Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Siapkan Berbagai Skenario Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

        OJK Siapkan Berbagai Skenario Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

        Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan ketegangan geopolitik global yang berkepanjangan turut berdampak pada meningkatnya volatilitas pasar keuangan, tekanan inflasi global, hingga terjadinya arus keluar modal dari sebagian besar negara emerging market.

        Dalam kondisi tersebut, fokus utama OJK diarahkan pada menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sebagai fondasi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

        "Kami terus melakukan pemantuan secara intensif terhadap kinerja sektor jasa keuangan, termasuk melakukan stress test dengan berbagai skenario tentunya, serta melakukan penguatan pengawasan itu sendiri," ujar wanita akrab disapa Kiki dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

        Kebijakan Stabilitas Pasar Saham Diperpanjang

        Untuk mengantisipasi dampak spillover ketidakpastian global terhadap pasar saham domestik, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memperpanjang sejumlah kebijakan stabilisasi pasar hingga September 2026.

        Kebijakan tersebut meliputi perpanjangan buyback saham tanpa persetujuan RUPS, penundaan implementasi pembiayaan transaksi short selling, penerapan trading halt, serta penyesuaian batas auto rejection.

        "Kami mengharapkan dengan adanya kebijakan tersebut akan menjaga stabilitas di pasar saham Indonesia," ujarnya.

        Reformasi Pasar Modal Tetap Dilanjutkan

        Selain kebijakan jangka pendek, Kiki menegaskan agenda reformasi integritas pasar modal tetap menjadi prioritas utama. Reformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kredibilitas pasar, meningkatkan transparansi, serta mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih berkelanjutan.

        Baca Juga: OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

        Baca Juga: Skema Baru OJK, RBC Asuransi Dipecah Jadi Dua Tier

        "Tentunya memperkuat kredibilitas sehingga pasar modal dapat semakin tumbuh secara berkelanjutan," kata dia.

        Sejalan dengan perkembangan global, OJK juga memperkuat pengawasan aktivitas valuta asing di lembaga jasa keuangan melalui pemantauan posisi devisa neto harian, peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan valas, serta pelaksanaan supervisory dialogue secara lebih intensif dengan industri keuangan.

        Tidak hanya itu, koordinasi lintas otoritas juga diperkuat melalui sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), bersama pemerintah dan otoritas terkait, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, serta pimpinan lembaga terkait lainnya.

        Menurut Kiki, stabilitas sistem keuangan yang terjaga akan menjadi modal utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional ke depan di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

        "Kemudian kalau kita melihat stabilitas yang kita jaga ini tentunya akan menjadi modalitas utama untuk kita terus mendorong pertumbuhan ke depan," ungkap Kiki.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: