Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Sebut Dana Financial Center di Bali Bisa Dipakai untuk Proyek Danantara

        Purbaya Sebut Dana Financial Center di Bali Bisa Dipakai untuk Proyek Danantara Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan dana investasi yang masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan atau Indonesia Financial Center (IFC) di Bali nantinya dapat dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek strategis nasional, termasuk proyek milik Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

        Purbaya mengatakan kawasan tersebut nantinya akan memiliki hukum khusus untuk mendukung aktivitas investasi dan jasa keuangan global, sekaligus menawarkan berbagai insentif guna menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia.

        “Uang masuk ke situ, uang di situ akan bisa dipakai berinvestasi di proyek Danantara yang banyak dan returnnya bagus. Atau di proyek-proyek di luar kawasan ekonomi itu dengan prospek yang bagus,” kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jakarta, dikutip Jumat (8/5/2026).

        Selain ke Danantara, dana tersebut dapat disalurkan ke berbagai instrumen investasi domestik mulai dari proyek-proyek sektor riil, hingga pasar keuangan nasional seperti obligasi, pasar uang, dan pasar modal.

        Purbaya menilai skema tersebut akan memperluas basis investor Indonesia, termasuk menambah pembeli surat utang pemerintah dan memperkuat sumber pembiayaan pembangunan, baik bagi sektor swasta maupun pemerintah.

        “Jadi kalau misalnya di satu kawasan dipilih 100 hektare. Dia bisa investasi di luar itu. Untuk saya bisa juga mereka investasi di bond di surat utang saya. Jadi pembeli saya juga bertambah. Jadi makin kuatlah sumber pembiayaan pembangunan untuk swasta maupun untuk pemerintah,” tuturnya.

        Purbaya juga akan memberikan insentif pajak bagi investor yang menempatkan dana di kawasan pusat keuangan tersebut. 

        Purbaya menilai kebijakan itu akan menciptakan efek berganda bagi ekonomi nasional, mulai dari pembiayaan yang lebih murah dan berkelanjutan hingga penguatan stabilitas nilai tukar rupiah berkat masuknya devisa dalam jumlah besar.

        Baca Juga: Pemerintah Bahas Insentif Khusus untuk Tarik Investor ke Financial Center Indonesia

        Baca Juga: Wilayah Bali Barat hingga Benoa Masuk Radar Lokasi Financial Center Nasional

        “Kalau selama di tempat financial centernya misalnya minta tax incentive saya kasih. Enggak apa-apa dulunya juga enggak ada apa-apa di situ tetapi ketika dia keluar ada hasil ada pajak dan lain-lain dan ekonomi jalan. Jadi kita punya sumber pembiayaan baru yang mungkin lebih murah dari sekarang dan membuat pembiayaan kita lebih sustainable,” pungkasnya. 

        Purbaya mengatakan desain final IFC masih terus disempurnakan. Namun, pemerintah menargetkan proyek tersebut bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat. 

        “Kira-kira yang saya tahu seperti itu.  Dan itu akan didesain dalam waktu, tidak terlalu lama akan segera dijalankan,” tutupnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: