Kredit Foto: Istihanah
Pemerintah tengah mengkaji sejumlah lokasi strategis untuk pengembangan pusat keuangan atau financial center nasional di Provinsi Bali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan sejumlah kawasan di Bali, termasuk wilayah barat hingga kawasan Benoa, masuk dalam radar pemerintah.
Beberapa kawasan tersebut dinilai memiliki potensi kuat karena sudah memiliki ekosistem kawasan ekonomi khusus (KEK).
"Ada beberapa KEK yang sudah berjalan, seperti Sanur dan Kura-Kura Bali. Kita juga melihat wilayah barat dan lokasi lain di dekat Benoa,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Airlangga menuturkan hingga saat ini pemerintah terus mematangkan potensi lokasi yang strategis untuk pembangunan pusat keuangan center nasional.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya, Yudhi Sadewa berencana, memberikan insentif pajak sebesar 0% bagi perusahaan maupun investor yang masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Financial atau International Financial Center yang akan dibangun di Bali.
Kebijakan ini disiapkan sebagai strategi untuk menarik investasi sekaligus memperkuat cadangan devisa Indonesia.
Baca Juga: Danantara Bentuk Indonesia Financial Center, Satgas dan Badan Otoritas Segera Disiapkan
Baca Juga: Purbaya Siapkan Pajak 0% untuk Investor KEK Financial di Bali
"Kalau dia minta, saya kasih 0% (pajak). Kenapa saya kasih? Tadinya kan enggak ada juga. Dengan itu ya 0%, enggak apa-apa," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kehadiran investor di KEK Financial tidak hanya membawa modal masuk, tetapi juga berpotensi menambah cadangan devisa nasional.
Salah satu mekanismenya adalah melalui pembelian surat utang pemerintah oleh investor yang beroperasi di kawasan tersebut, sehingga dapat memperluas basis pembeli obligasi negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: