Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok menjelang penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026). Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup turun 204,93 poin atau 2,86% ke level 6.969,40 setelah sempat bergerak di rentang 6.969,40 hingga 7.186,83.
Tekanan jual terjadi hampir merata di mayoritas sektor saham, terutama sektor bahan baku, transportasi, energi, dan industrial. Nilai transaksi pasar tercatat mencapai Rp36,10 triliun dengan volume perdagangan 563,49 juta lot dan frekuensi 2,83 juta kali transaksi.
Data sektoral menunjukkan sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 7,80%, diikuti sektor transportasi yang turun 5,72%. Sektor energi dan industrial masing-masing terkoreksi 4,59% dan 4,55%, sementara sektor siklikal melemah 3,39%.
Tekanan juga terjadi di sektor properti yang turun 2,66%, sektor non-siklikal 2,11%, teknologi 1,91%, serta sektor keuangan yang terkoreksi 1,48%. Adapun sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,70%.
Saham-saham yang mengalami tekanan terdalam mayoritas berasal dari sektor energi dan pelayaran. Berdasarkan daftar top loser, saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) ambles 15% ke level 1.445. Saham PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) juga turun 15% ke posisi 187.
Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 14,94% menjadi 1.310, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) turun 14,93% ke 342, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) terkoreksi 14,89% ke level 400.
Tekanan juga terjadi pada saham sektor pelayaran dan pertambangan. Saham PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) dan PT Timah Tbk (TINS) sama-sama turun 14,88% ke level 3.490. Sementara saham PT Indika Energy Tbk (INDY) merosot 14,82% ke 3.160.
Saham dengan nilai transaksi terbesar pun mengalami hal serupa, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat nilai transaksi tertinggi mencapai Rp1,72 triliun. Namun saham BMRI tetap ditutup turun 0,22% ke level 4.630.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,80% ke level 6.175 dengan nilai transaksi Rp1,26 triliun. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 1,51% ke level 3.260 dengan transaksi Rp1,11 triliun.
Tekanan lebih dalam terjadi pada saham komoditas dan energi. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 13,12% ke level 2.780, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 6,09% ke 216, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 5,09% ke 2.050, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 7,76% ke 5.050.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Jeblok 2,86% ke 6.969 Tertekan Sentimen Global
Baca Juga: Terus Net Sell, Asing Keciduk Buang Saham-saham Ini
Baca Juga: IHSG Siang Ini Terkoreksi 0,08% ke 7.168, MBMA, INCO dan MDKA Top Losers LQ45
Data perdagangan juga menunjukkan aksi jual investor asing masih mendominasi sejumlah saham besar. BMRI mencatat net foreign sell terbesar senilai Rp315,69 miliar, diikuti BRPT Rp128,26 miliar, PTRO Rp97,70 miliar, dan BBCA Rp83,12 miliar.
Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat jual bersih asing Rp57,18 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp56,12 miliar, serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp47,68 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: