Dirjen Imigrasi Ungkap Dugaan Jaringan Scam Kamboja Eksodus ke Indonesia, Hubinter Polri Turun Gunung
Kredit Foto: Romus Panca
Direktorat Jenderal Imigrasi bersama Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri tengah mendalami dugaan masuknya jaringan scamming center Internasional asal Kamboja ke Indonesia.
Indikasi eksodus tersebut, menguat setelah aparat menemukan pola operandi, perlengkapan, hingga skema operasional yang menyerupai markas penipuan online lintas negara yang sebelumnya marak dibongkar di otoritas Kamboja.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan, meski para korban dari praktik ini diduga masih berada di luar Indonesia, pihaknya menemukan adanya kemungkinan keterlibatan pihak-pihak di dalam negeri yang membantu memfasilitasi keberadaan jaringan tersebut.
“Makanya korban masih di luar Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan akan ada kontak di Indonesia. Untuk itu kami perlu mendalami dengan pihak kepolisian,” katanya, Jumat (8/5/26) di Batam.
Ia mengungkapkan, penyelidikan tidak hanya menyasar para pelaku utama, tetapi juga pihak lain yang diduga membantu menyediakan kebutuhan operasional kelompok tersebut selama berada di Indonesia.
“Terkait pihak-pihak lain, baik itu supplier maupun pemberi penginapan, tentu pemeriksaan kami akan mengarah ke sana. Kami pasti akan telusuri lebih dalam,” tegasnya.
Menurutnya, pengembangan kasus dilakukan secara intensif bersama Kepolisian Republik Indonesia, termasuk Divisi Hubinter Mabes Polri yang kini ikut mendalami kemungkinan keterhubungan jaringan Indonesia dengan sindikat scam center internasional di Asia Tenggara.
Dirjen Imigrasi juga meminta dukungan masyarakat dan media untuk memberikan informasi tambahan terkait aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Apabila ada petunjuk yang mengarah pada aktivitas mencurigakan para WNA, akan ditindaklanjuti.
“Terkait informasi kendaraan tadi mungkin nanti bisa disampaikan ke kami. Kami cocokkan data yang kami punya dengan yang teman-teman punya agar bisa kami gali lebih dalam,” ujarnya.
Sekretaris NCB Divisi Hubinter Mabes Polri Brigjend Untung Widyatmoko mengungkapkan, bahwa indikasi perpindahan jaringan scam dari Kamboja ke Indonesia semakin nyata. Hal itu diperkuat dengan sejumlah pengungkapan serupa yang sebelumnya terjadi di Jakarta maupun daerah lain.
“Memang indikasi bahwa jaringan ini memiliki kaitan itu nyata. Bahwa Indonesia saat ini sedang kemasukan sindikat penipuan bubaran dari Kamboja, itu terbukti,” ungkapnya.
Untung menjelaskan, jaringan tersebut diduga mencoba membangun kembali fasilitas operasi penipuan digital di Indonesia setelah mendapat tekanan di Kamboja. Modus yang digunakan pun disebut menyerupai scam center internasional yang kerap menyamar sebagai aparat penegak hukum asing untuk menakut-nakuti korban.
Dalam pengembangan sebelumnya, aparat menemukan sejumlah properti dan perlengkapan yang diduga akan digunakan sebagai sarana penipuan online. Temuan itu antara lain mock-up kantor polisi China dan Jepang, miniatur ruang interogasi palsu, hingga seragam aparat kepolisian asing.
“Di Surabaya dan Denpasar kami menemukan mock-up seperti kantor polisi China, kantor polisi Jepang, kemudian seragam-seragam polisi China dan Jepang. Indikasi itu menguat,” jelasnya.
Meski begitu, aparat memastikan jaringan tersebut belum sempat menjalankan aktivitas penipuan secara penuh di Indonesia. Berdasarkan hasil pendalaman sementara, kelompok itu baru mulai membangun jaringan kurang dari satu bulan terakhir.
Baca Juga: 210 WNA Pelaku Scamming Diamankan dari Apartemen Mewah di Batam
“Kurang lebih kurang dari satu bulan. Ini kuat dugaan pernah beraktivitas di lokasi lain di tanah air,” tegasnya.
Saat ini Ditjen Imigrasi bersama Hubinter Mabes Polri masih melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya jaringan pendukung di Indonesia, termasuk aliran logistik, tempat tinggal, hingga pihak yang membantu perekrutan.
Aparat juga mengantisipasi potensi Indonesia dijadikan basis baru operasi scam center internasional menyusul maraknya pembongkaran sindikat serupa di kawasan Asia Tenggara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Romus Panca
Editor: Amry Nur Hidayat