- Home
- /
- EkBis
- /
- Transportasi
Sistem Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Pada Libur Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Pemerintah resmi menetapkan tanggal 1 Juni 2026 sebagai hari libur nasional memperingati Hari Lahir Pancasila. Kebijakan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap di wilayah Jakarta dipastikan tidak berlaku pada tanggal tersebut.
Pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengonfirmasi peniadaan pembatasan kendaraan tersebut melalui kanal komunikasi digital resmi instansi. Langkah penonaktifan aturan arus jalan ini menyesuaikan dengan agenda libur resmi yang telah diatur oleh jajaran kementerian terkait.
"Sehubungan dengan Libur Hari Pancasila, pelaksanaan sistem Ganjil Genap di berbagai ruas jalan di Jakarta DITIADAKAN," tulis pihak Dishub.
Dasar hukum peniadaan regulasi ganjil genap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri mengenai hari libur nasional. Aturan teknis diperkuat lewat Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 Pasal 3 ayat (3).
Pasal dalam Pergub tersebut mengatur bahwa pembatasan lalu lintas berkendara tidak diberlakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Hari libur nasional yang ditetapkan melalui keputusan resmi Presiden juga masuk dalam pengecualian pembatasan.
Momen libur dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada musim kompetisi kalender ini hanya berjalan selama satu hari. Hari libur tersebut jatuh tepat pada hari Senin tanggal 1 Juni 2026.
Pihak pemerintah dipastikan tidak menyediakan tambahan fasilitas jatah libur cuti bersama untuk menyertai peringatan tahunan ini. Badan Pembina Ideologi menetapkan tema resmi peringatan tahun ini dengan judul "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia".
Slogan tema besar tersebut merupakan bentuk perwujudan langsung dari amanat suci Konstitusi Alinea ke-4 UUD 1945. Konsep pemikiran ini juga mengadopsi bagian visi besar internasional yang bertajuk To Build the World Anew.
Nilai dasar Pancasila dipandang bukan sekadar berfungsi sebagai landasan hukum tata negara Indonesia semata. Ideologi ini mengajarkan esensi nilai persatuan, rasa kemanusiaan, serta misi perdamaian bagi seluruh umat manusia.
Baca Juga: Ada Perubahan, Begini Nasib Ganjil Genap Jakarta Selama Libur Panjang Idul Adha 2026
Kiprah aktif Indonesia di kancah global ikut menjadi bukti nyata perwujudan nilai perdamaian tersebut di dunia internasional. Aksi konkret tersebut diwujudkan melalui pengiriman misi perdamaian serta keaktifan jajaran diplomasi internasional.
Masyarakat diharapkan dapat memulai perwujudan perdamaian dunia melalui tindakan kecil di lingkungan terkini. Sikap saling menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta peduli sesama menjadi fondasi utama gerakan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: