Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        FIFA Dikecam Suporter Dunia dan Donald Trump karena Jual Tiket yang Mahalnya Kebangetan, Ada yang Tembus hingga Rp165 Juta!

        FIFA Dikecam Suporter Dunia dan Donald Trump karena Jual Tiket yang Mahalnya Kebangetan, Ada yang Tembus hingga Rp165 Juta! Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan menolak untuk merogoh kocek pribadinya demi tiket pertandingan perdana Timnas AS di ajang Piala Dunia 2026 yang harganya sudah menembus angka 1.000 dolar AS (sekitar Rp 15 juta).

        Kritik dari sang presiden ini semakin menambah tekanan bagi FIFA yang tengah disorot habis-habisan akibat lonjakan harga tiket yang dianggap tak masuk akal.

        Dalam sesi wawancara dengan New York Post yang diterbitkan pada Kamis waktu setempat, Trump mengaku baru mengetahui nominal harga tiket selangit tersebut.

        "Saya tidak tahu angka (harganya) sebesar itu," ujar Trump.

        "Saya tentu sangat ingin hadir di sana, tetapi sejujurnya, saya juga tidak sudi membayarnya."

        Kebijakan harga tiket untuk turnamen sepak bola akbar yang dijadwalkan kick-off pada Juni mendatang ini tengah memicu gelombang protes.

        Para anggota parlemen AS dan kelompok suporter internasional kompak melayangkan kecaman. Kelompok suporter Football Supporters Europe menyebut harga tiket ini sebagai harga yang sangat kelewatan mahalnya.

        Trump secara khusus menyoroti nasib masyarakat kelas menengah ke bawah yang merupakan basis suara utamanya agar tidak tersingkir dari euforia Piala Dunia hanya karena tak mampu membeli tiket.

        "Jika orang-orang dari Queens dan Brooklyn, serta semua warga yang mendukung Donald Trump tidak mampu menonton langsung, saya akan sangat kecewa. Namun di sisi lain, (tingginya minat) ini memang sebuah kesuksesan yang luar biasa," imbuh Trump.

        Ia juga kembali menegaskan klaimnya sebagai sosok yang berjasa membawa status tuan rumah Piala Dunia ke Negeri Paman Sam pada periode pertama masa kepresidenannya.

        Menanggapi kecaman tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino berdalih bahwa FIFA hanya mengikuti dinamika pasar dan terpaksa memanfaatkan hukum di AS yang memang melegalkan praktik penjualan kembali tiket (resale) hingga ribuan dolar di atas harga resminya (face value).

        Menurut Infantino, lonjakan harga ini karena imbas dari permintaan yang tinggi, FIFA mencatat adanya lebih dari 500 juta permintaan tiket masuk untuk Piala Dunia 2026.

        Angka ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan total gabungan permintaan di edisi 2018 dan 2022 yang bahkan tidak mencapai 50 juta permintaan.

        Lebih lanjut, bos FIFA itu menegaskan bahwa pihak penyelenggara sebenarnya masih mengalokasikan 25 persen tiket untuk fase grup dengan harga di bawah 300 dolar AS (sekitar Rp 4,5 juta).

        Meski demikian, pembelaan tersebut tak menghentikan berbagai aliansi suporter untuk terus membeberkan fakta ketimpangan harga antara turnamen musim panas ini dengan Piala Dunia 2022 di Qatar.

        "Sebagai perbandingan, tiket resmi termahal untuk laga final tahun 2022 dipatok di kisaran 1.600 dolar AS (sekitar Rp 24 juta). Sementara pada edisi 2026 ini, harga tiket untuk partai puncak meroket tajam hingga menyentuh angka 11.000 dolar AS (sekitar Rp165 juta)," tulis laporan dari AFP.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: