Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Mineral Acuan 2026 Menguat, Perak dan Timah Pimpin Kenaikan

        Harga Mineral Acuan 2026 Menguat, Perak dan Timah Pimpin Kenaikan Kredit Foto: MIND ID
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tren harga mineral global menunjukkan penguatan signifikan sepanjang Januari–Mei 2026. Berdasarkan data Harga Mineral Acuan (HMA) dalam bahan konsultasi publik revisi PP Nomor 19 Tahun 2025 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, hampir seluruh komoditas mineral utama mencatat kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Komoditas perak menjadi mineral dengan lonjakan tertinggi. Pemerintah mencatat rata-rata HMA perak 2026 mencapai 79,27 USD per troy ounce (toz), lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata 2025 sebesar 38,23 USD/toz. Bahkan pada Februari 2026 Periode II, HMA perak sempat mencapai 95,35 USD/toz.

        Dalam paparan tersebut, pertumbuhan HMA perak secara tahunan (year on year/YoY) tercatat sempat mencapai 219% pada salah satu periode awal 2026.

        Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas timah. Rata-rata HMA timah pada 2026 tercatat sebesar 51.101,46 USD per ton, meningkat dibandingkan rata-rata 2025 sebesar 34.353,88 USD per ton. Pada Maret 2026, harga timah bahkan sempat menyentuh 55.205 USD per ton.

        Baca Juga: Harga Mineral Melonjak, Pemerintah Usulkan Penyesuaian Tarif Royalti Minerba

        Baca Juga: Akhir Pekan, Harga Emas Antam Mandek di Level Rp2.839.000 per Gram

        Sementara itu, harga emas masih melanjutkan tren penguatan. Pemerintah mencatat rata-rata HMA emas 2026 mencapai 4.746,02 USD/toz, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 2025 sebesar 3.376,02 USD/toz. Pada Maret 2026 Periode I, HMA emas disebut telah berada di atas 5.000 USD/toz.

        Penguatan juga terjadi pada komoditas tembaga. Rata-rata HMA tembaga 2026 tercatat sebesar 12.655,16 USD per dry metric ton (dmt), naik dibandingkan rata-rata 2025 sebesar 9.810,48 USD/dmt. HMA tembaga bahkan sempat menembus level 13.066,44 USD/dmt pada Februari 2026 Periode II.

        Di sisi lain, kenaikan HMA nikel cenderung lebih moderat dibandingkan komoditas lainnya. Pemerintah mencatat rata-rata HMA nikel 2026 sebesar 16.822,29 USD/dmt, dibandingkan rata-rata 2025 sebesar 15.177,12 USD/dmt. HMA nikel sempat mencapai titik tertinggi 17.774 USD/dmt pada Februari 2026 Periode I sebelum turun menjadi 16.933,57 USD/dmt pada Mei 2026 Periode I.

        Kenaikan harga mineral tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengusulkan penyesuaian tarif royalti minerbadalam revisi PP 19/2025. Dalam dokumen konsultasi publik, pemerintah menyebut penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi kenaikan harga komoditas mineral dalam beberapa waktu terakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: