Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dilengserkan dari Kursi Wapres, Manuver Politik Sara Duterte Berat Tanpa Kehadiran Sang Ayah

        Dilengserkan dari Kursi Wapres, Manuver Politik Sara Duterte Berat Tanpa Kehadiran Sang Ayah Kredit Foto: CNN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, tidak tinggal diam menghadapi badai politik yang berpotensi melengserkan dirinya dari kursi jabatan akibat dimakzulkan oleh DPR Filipina.

        Secara tegas, ia menepis seluruh tuduhan pidana yang diarahkan kepadanya, sekaligus melancarkan serangan balik terhadap pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

        Meski enggan merinci pembelaannya terhadap poin-poin pidana tersebut secara spesifik, Sara justru gencar menuding kubu Marcos dan termasuk sepupu presiden, mantan Ketua DPR Martin Romualdez terlibat dalam praktik korupsi dan memiliki kepemimpinan yang lemah.

        Menurut Sara, rentetan manuver pemakzulan ini sengaja dirancang dengan motif politik tunggal, yakni untuk menjegalnya maju sebagai calon presiden pada kontestasi pemilihan umum 2028 mendatang.

        Ancaman pelengseran ini sejatinya bukan barang baru bagi putri mantan Presiden Rodrigo Duterte tersebut.

        Baca Juga: Pecah Kongsi, Wapres Duterte Resmi Dimakzulkan oleh DPR yang Pro-Presiden Marcos

        Tahun lalu, ia nyaris terguling lewat proses serupa di DPR, namun berhasil selamat setelah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung yang membatalkan upaya pemakzulan karena alasan inkonstitusional.

        Kini, di tengah gelombang pemakzulan jilid dua, pihak keluarga Duterte kembali melakukan perlawanan dengan menyoroti sejumlah poin krusial seperti mempersoalkan keputusan pemakzulan itu cacat konstitusi dan tim kuasa hukum Duterte mengkritik langkah Komite Keadilan DPR pada bulan lalu yang dinilai menyimpang dari koridor konstitusi.

        "Gugatan pembocoran data bank, suami Sara, Manases Carpio, melaporkan Ketua Komite Keadilan DPR, Gerville Luistro, serta sejumlah anggota parlemen ke pihak berwajib atas dugaan pelanggaran undang-undang kerahasiaan bank. Laporan itu dipicu oleh tindakan parlemen yang membeberkan catatan transaksi keuangan pribadi mereka secara terbuka dalam sidang DPR baru-baru ini," kata laporan dari AP.

        Dinamika politik di Manila saat ini mencerminkan ironi. Sara Duterte dan Ferdinand Marcos Jr. sebelumnya merupakan sekutu politik yang memenangkan Pemilu 2022 melalui aliansi besar. Namun, hubungan keduanya kini berubah menjadi perseteruan terbuka.

        Meski terus diterpa skandal hukum dan krisis politik, berbagai survei independen menunjukkan tingkat popularitas Sara Duterte di mata publik Filipina masih tergolong tinggi.

        Di sisi lain, posisi dinasti politik Duterte semakin tertekan, mantan Presiden Rodrigo Duterte saat ini menjalani proses hukum di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Belanda atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan yang berkaitan dengan kebijakan perang melawan narkoba selama masa pemerintahannya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: