Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gaya Hidup Urban Dorong Permintaan Solusi Sanitasi Berkelanjutan

        Gaya Hidup Urban Dorong Permintaan Solusi Sanitasi Berkelanjutan Kredit Foto: American Standard
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri perangkat sanitasi mulai mengembangkan solusi berbasis efisiensi air dan wellness seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat urban terhadap kualitas mandi dan kenyamanan hunian di Indonesia.

        Kondisi tekanan air rendah yang masih banyak ditemukan di kawasan residensial padat dinilai menjadi tantangan bagi industri sanitasi, terutama di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan, kebersihan, dan efisiensi penggunaan air.

        Berdasarkan data Seasia Stats, Indonesia tercatat sebagai negara dengan frekuensi mandi tertinggi kelima di dunia dengan rata-rata 10 kali per minggu. Tingginya frekuensi mandi dipengaruhi iklim tropis dan kebutuhan masyarakat terhadap kebersihan serta kenyamanan harian.

        Namun, pengalaman mandi masyarakat masih kerap terkendala tekanan air yang rendah. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8153:2015, tekanan minimum agar air dapat mengalir pada perangkat seperti keran dan shower berada di level 0,5 bar. Sementara standar kenyamanan hunian modern membutuhkan tekanan air stabil sekitar 1,5 bar.

        Leader LIXIL Global Design Asia Antoine Besseyre des Horts mengatakan tekanan air rendah masih menjadi tantangan utama di banyak kawasan hunian urban.

        “American Standard percaya bahwa inovasi harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Tekanan air rendah masih menjadi tantangan yang membuat banyak orang belum dapat menikmati manfaat mandi secara optimal, baik dari sisi kebersihan maupun kenyamanan,” ujar Antoine dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

        Menurut dia, perkembangan teknologi sanitasi kini tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kenyamanan pengguna dan efisiensi penggunaan air.

        American Standard, yang berada dalam portofolio LIXIL, memperkenalkan teknologi shower berbasis tekanan air melalui seri WizFlo Hand Shower. Produk tersebut menggunakan teknologi PressurePlus™ dan desain semprotan mikro-perforasi untuk mengoptimalkan aliran air tanpa pompa tambahan.

        Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara mengatakan solusi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang menghadapi keterbatasan tekanan air.

        “Mandi adalah bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia yang sangat menghargai kebersihan dan kesegaran. Namun, ritual ini jadi kurang maksimal karena terhambat oleh tekanan air yang lemah,” katanya.

        Selain aspek kenyamanan, industri sanitasi juga mulai menyoroti efisiensi konsumsi air di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan isu keberlanjutan lingkungan. Perusahaan menyebut sistem pancuran dengan tekanan lebih stabil dapat membantu proses pembilasan lebih cepat dan mengurangi penggunaan air hingga 30%.

        Baca Juga: Pengembang Properti Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Pasar ke Arah Konsep Sustainability dan Wellnes

        Baca Juga: Sanitasi Layak jadi Investasi Jangka Panjang Hunian Modern, Wasser Hadirkan Instalasi untuk Rumah Tangga dan Industri

        Baca Juga: Investasi Sosial Rp 2 Miliar, Beasiswa SCG Cetak Generasi Muda Penggerak Sanitasi Desa

        Di sisi lain, faktor higienitas dan kemudahan perawatan perangkat kamar mandi juga menjadi perhatian industri. Tingginya kandungan sedimen dan kerak kapur pada sumber air tanah dinilai dapat menurunkan performa perangkat sanitasi dalam jangka panjang.

        Karena itu, produsen mulai mengembangkan fitur perawatan mandiri seperti EasyClean untuk menjaga kualitas aliran air dan memperpanjang usia pakai perangkat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: