- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pertalite Sulit Dicari, ESDM Jelaskan Perubahan Layanan di SPBU Pertamina
Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Belakangan ini publik tengah khawatir karena bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite sulit ditemukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina.
Atas hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite kini tidak dijual lagi di beberapa SPBU Pertamina karena adanya perubahan layanan.
“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, dikutip dari Antara, Selasa (12/5).
Ia menambahkan meski tidak dijual di SPBU premium, BBM jenis tersebut seperti Pertalite dan biosolar masih dijual di SPBU biasa.
Anggia menekankan tidak dijualnya Pertalite di beberapa SPBU Pertamina hanya karena perubahan layanan saja, bukan disebabkan Pertamina berhenti menyalurkan BBM subsidi.
“Hanya memang ada perubahan layanan dan status di beberapa SPBU-nya,” ujar Anggia.
Angga memastikan PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga wajib menyalurkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Ron 90 atau Pertalite melalui penyalur atau SPBU yang telah diberi penugasan oleh BPH Migas.
Baca Juga: SPBU Shell Jual BBM Lagi, Cek Harga dan Lokasinya
Baca Juga: Harga BBM Pertamina Mei 2026 Naik! Pertamax Tembus Rp20 Ribu, Dexlite Hampir Rp29 Ribu
“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ucap Anggia.
Sebagai informasi, SPBU Pertamina Signature menawarkan berbagai fasilitas dan layanan premium bagi konsumen, seperti musala dan toilet yang bersih, bright store yang menyediakan makanan dan minuman ringan, area istirahat dan kafe, layanan semir ban gratis untuk konsumen yang mengisi BBM minimal Rp350.000, dan outlet LPG.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: