Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Pengemudi Fortuner Diamuk Massa, Fakta di Balik Teriakan 'Tabrak Lari' Terkuak

Viral Pengemudi Fortuner Diamuk Massa, Fakta di Balik Teriakan 'Tabrak Lari' Terkuak Kredit Foto: Toyota Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah insiden yang melibatkan mobil Toyota Fortuner hitam bernomor polisi B 888 HV menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Kendaraan tersebut tampak dirusak massa di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, putaran Bata, Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/6/2026) sore.

Awalnya, banyak unggahan di media sosial menyebut mobil tersebut menjadi sasaran amuk warga karena diduga melakukan tabrak lari. Namun, hasil penelusuran polisi mengungkap kronologi yang berbeda dari narasi yang beredar.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menjelaskan, keributan bermula dari cekcok antara pengemudi Fortuner dan seorang pengendara sepeda motor yang terjadi di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut keterangan polisi, pengemudi Fortuner sempat membunyikan klakson berulang kali lantaran merasa jalannya dihalangi oleh pengendara motor. Situasi kemudian memanas ketika pengemudi mobil diduga memepet serta melontarkan makian.

"Sesaat kemudian datang dua orang mengendarai sepeda motor menegur pengendara Fortuner karena memaki-maki pengendara sepeda motor yang menghalangi jalan," ungkapnya.

Teguran tersebut justru memicu pertengkaran yang semakin besar. Berdasarkan pengakuan pengemudi Fortuner, salah satu pengendara motor kemudian menabrakkan motornya ke kendaraan tersebut sambil meneriakkan tuduhan tabrak lari.

Baca Juga: Ternyata Pura-pura Sedih? Pakar Bongkar Kejanggalan Video Minta Maaf Sarwendah

"Terjadi cekcok sambil jalan (antara pengemudi dan pemotor). Pengendara sepeda motor menabrakkan motornya ke mobil Fortuner," kata Kapolsek Tanah AKBP Dhimas Prasetyo dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Situasi semakin tidak terkendali ketika teriakan "tabrak lari" memancing perhatian masyarakat di sepanjang jalan. Massa yang tidak mengetahui kronologi awal kemudian ikut mengejar kendaraan tersebut.

"Pengendara sepeda motor terus mengejar sambil teriak tabrak lari sehingga makin banyak massa yang mengejar dan melakukan perusakan," sambungnya.

Meski sempat berusaha meninggalkan lokasi, pengemudi Fortuner kembali dihentikan oleh massa di titik lain. Keributan kembali terjadi hingga berujung pada perusakan kendaraan dan penganiayaan terhadap pengemudi.

"Dalam perjalanan mobil tersebut bisa dihentikan dan kembali terjadi keributan yang mengakibatkan luka dan perusakan mobil. Selanjutnya pengendara Fortuner kabur ke arah Tanah Abang, berhenti di TKP dalam keadaan mobil sudah dirusak massa dan luka di kepala," ujarnya.

Kondisi pengemudi saat diamankan polisi pun menjadi perhatian. Menurut Dhimas, pria tersebut menunjukkan sikap tidak kooperatif dan sulit diajak berkomunikasi.

"Saat diamankan, pengendara Fortuner tidak kooperatif, berbicara ngelantur, marah-marah tidak jelas. Selanjutnya, pengemudi Fortuner beserta mobilnya diamankan dan dibawa ke kantor Polsek Metro Tanah Abang," ucap Dhimas.

Baca Juga: Panjang Lebar Sarwendah Minta Maaf, Reaksi Ruben Onsu Cuma Satu Kata!

Bahkan setelah tiba di kantor polisi, pengemudi masih menunjukkan perilaku serupa. Ia disebut tidak bersedia membuat laporan, menolak menjalani visum, dan tidak mau menerima perawatan atas luka yang dialaminya.

Sesampai di Polsek, pengemudi Fortuner saat ditanya tanya menjawab ngelantur dan masih marah-marah serta tidak mau membuat laporan dan juga tidak mau visum maupun diobati lukanya.

Belakangan, orang tua pengemudi datang ke Polsek untuk menjemputnya. Sementara mobil Fortuner yang mengalami kerusakan cukup parah rencananya dibawa ke bengkel di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: