Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ternyata Pura-pura Sedih? Pakar Bongkar Kejanggalan Video Minta Maaf Sarwendah

Ternyata Pura-pura Sedih? Pakar Bongkar Kejanggalan Video Minta Maaf Sarwendah Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
Warta Ekonomi, Jakarta -

Video permintaan maaf yang diunggah Sarwendah beberapa waktu lalu masih terus menjadi bahan perbincangan publik. Meski dimaksudkan untuk meredam polemik yang sempat memanas di media sosial, video tersebut justru kembali menuai sorotan setelah dianalisis oleh Pakar Mikro Ekspresi, Kirdi Putra.

Menurut Kirdi, ketulusan seseorang saat meminta maaf tidak hanya bisa dinilai dari kata-kata yang diucapkan, tetapi juga dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang ditampilkan. Dari hasil pengamatannya, ia menilai video klarifikasi Sarwendah belum memenuhi unsur permintaan maaf yang benar-benar tulus.

"Ada penanda-penanda verbal maupun nonverbal yang kelihatan cukup jelas dalam klarifikasi atau permohonan maaf Sarwendah. Kalau ditanya apakah apa yang disampaikan Sarwendah tulus sebagai suatu permintaan maaf, jawabannya tidak," kata Kirdi Putra, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.

Kirdi menyoroti tidak adanya penjelasan yang jelas mengenai alasan utama Sarwendah meminta maaf. Baginya, unsur tersebut merupakan bagian penting dalam sebuah permintaan maaf yang autentik.

"Kalau kita bicara tentang apa yang dilakukan oleh Sarwendah, Sarwendah tidak cerita, tidak ngomong, tidak mengucapkan kenapa dia minta maaf. Kalau kita mau bicara apakah kemudian dia beneran minta maaf atau tidak, saya akan bilang tidak," sambungnya.

Baca Juga: Panjang Lebar Sarwendah Minta Maaf, Reaksi Ruben Onsu Cuma Satu Kata!

Ia menjelaskan bahwa secara verbal, Sarwendah memang mengakui dirinya sebagai pihak yang meminta maaf. Namun, menurut Kirdi, masih ada unsur lain yang belum terpenuhi.

"Dia memang menyebutkan siapa yang minta maaf, dia menyebut saya atau Sarwendah minta maaf.Tapi dia tidak menyebutkan secara spesifik kepada siapa dia minta maaf," ujar Kirdi Putra.

Menurutnya, permintaan maaf yang dinilai tulus biasanya disampaikan secara langsung kepada pihak yang merasa dirugikan. Sementara dalam video tersebut, Sarwendah hanya menyebut keluarga, anak-anak, dan para penggemarnya.

"Dia memang menyebutkan keluarganya, menyebutkan anak-anaknya, menyebutkan penggemarnya. Tapi yang menjadi sasaran tembakan kata-kata dia yang sifatnya kasar atau dalam tanda petik nyinyir atau nyindir, kan nggak disebutkan nama orangnya," ungkap Kirdi.

Selain isi pernyataan, bahasa tubuh Sarwendah juga menjadi perhatian. Kirdi mengaku menemukan ketidaksesuaian antara narasi kesedihan yang ingin ditampilkan dengan ekspresi wajah yang muncul di akhir video.

Menurutnya, pada detik-detik terakhir terlihat adanya tarikan garis bibir yang cenderung naik dan hampir membentuk senyum tipis.

"Kalau dilihat, dia ingin menampilkan sedih, tetapi tarikan garis bibirnya itu sebetulnya lebih cenderung agak hampir senyum. Jadi buat saya, apa yang dia sampaikan, kata-kata verbal yang disampaikan itu tidak sinkron dengan nonverbal yang dia tampilkan," ujarnya.

Berdasarkan kombinasi indikator verbal dan nonverbal tersebut, Kirdi menyimpulkan bahwa video klarifikasi tersebut lebih menyerupai strategi komunikasi ketimbang bentuk penyesalan yang muncul secara alami dari dalam diri.

Ia bahkan menyebut video itu sebagai sebuah pertunjukan yang bertujuan menjaga citra di hadapan publik dan para penggemar.

Baca Juga: Sindir Hinaan Sarwendah? Ruben Onsu: Saya Tetap Bangga Pernah Mengangkatnya dari Tumpukan Lumpur

"Kalau ditanya sekali lagi, apakah ini adalah sebuah katakanlah permintaan maaf yang tulus? Jawabannya adalah bukan. Ini adalah sebuah pertunjukan untuk menjaga citra dia di hadapan banyak orang," tambah Kirdi.

Sebelumnya, Sarwendah mengunggah video permintaan maaf berdurasi hampir tiga menit menyusul kegaduhan yang muncul akibat pernyataan kasarnya saat sesi siaran langsung. Dalam video tersebut, ia menyampaikan penyesalan atas situasi yang berkembang di media sosial.

Namun, satu hal yang terus menjadi sorotan publik adalah tidak adanya penyebutan nama Ruben Onsu dalam video tersebut. Padahal, pernyataan kontroversial yang sempat viral diduga kuat ditujukan sebagai sindiran kepada mantan suaminya itu. Hal inilah yang membuat perdebatan soal ketulusan permintaan maaf Sarwendah masih terus bergulir hingga kini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: