Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dugaan Jaringan Pedofil Jepang di Blok M Jakarta Bikin Geger, Polisi Bergerak!

        Dugaan Jaringan Pedofil Jepang di Blok M Jakarta Bikin Geger, Polisi Bergerak! Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jagat media sosial tengah diguncang isu dugaan jaringan pedofilia yang disebut melibatkan warga negara asing (WNA) asal Jepang di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Informasi itu viral usai beredarnya sejumlah unggahan di platform X yang memicu kemarahan publik.

        Dalam postingan yang ramai dibicarakan warganet, sekelompok pria asal Jepang diduga secara terbuka membahas ketertarikan seksual terhadap perempuan di bawah umur. Yang membuat publik semakin geram, Jakarta disebut-sebut menjadi salah satu lokasi yang dijadikan sasaran oleh para pelaku.

        Merespons kegaduhan tersebut, Polda Metro Jaya langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Aparat kini mendalami dugaan praktik eksploitasi anak yang disebut melibatkan WNA asal Jepang tersebut.

        “Isu yang beredar tentang adanya WNA terkait dengan anak-anak di bawah umur, ini masih didalami oleh Direktorat Siber dan Direktorat PPA dan PPO,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada awak media, dikutip Rabu (13/5). 

        Baca Juga: Ombudsman Kawal Kasus Pelecehan di Ponpes Pati, Nasib Ratusan Santri Jadi Taruhan

        Menurut Budi, kasus seperti ini umumnya memiliki persoalan yang kompleks. Ia menyebut ada berbagai faktor yang bisa membuat anak-anak berada dalam situasi rentan, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga lingkungan sekitar.

        Meski begitu, ia memastikan aparat tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk eksploitasi terhadap anak maupun perempuan.

        “Kami akan dalami, yang penting kasus ini akan menjadi prioritas karena kasus ini terkait tentang anak, perempuan dan kaum rentan,” ujar dia.

        Hingga kini, polisi belum membeberkan detail hasil penyelidikan yang telah dilakukan. Namun, Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) disebut masih terus menelusuri informasi yang beredar di media sosial.

        Polda Metro Jaya juga meminta masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui fakta atau kejadian yang berkaitan dengan dugaan eksploitasi anak tersebut.

        Baca Juga: Isu Lakukan Pembiaran, Ini Respons Polisi Soal Dugaan Jaringan Pedofilia Jepang di Jakarta

        Baca Juga: Kasus 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual, Puan: Harus Diadili secara Adil

        “Jika ada masyarakat yang memiliki informasi yang penting tentang fakta dan kejadian tersebut bisa melaporkan melalui 110 atau penyidik. Kita tidak akan memberikan ruang tentang ekspolitaasi anak,” terangnya.

        Budi kembali menegaskan komitmen kepolisian untuk memberantas praktik eksploitasi terhadap anak. Ia memastikan aparat akan memprioritaskan penanganan kasus yang menyangkut kelompok rentan.

        “Kami tidak akan memberikan ruang tentang eksploitasi anak,” imbuh Budi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: