Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Incarannya Trump, Fakta Kekayaan Sumber Daya Alam Venezuela Jadi Sorotan

        Incarannya Trump, Fakta Kekayaan Sumber Daya Alam Venezuela Jadi Sorotan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi internasional setelah mengunggah ilustrasi Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat di media sosial Truth Social. Di balik polemik tersebut, perhatian publik kini tertuju pada kekayaan sumber daya alam Venezuela yang disebut-sebut menjadi alasan utama ketertarikan Trump terhadap negara Amerika Selatan itu.

        Dalam unggahan yang turut dibagikan akun resmi Gedung Putih di platform X, Trump menampilkan peta Venezuela dengan balutan bendera Amerika Serikat dan tulisan “51st State” atau negara bagian ke-51. Langkah itu memicu spekulasi bahwa ambisi Trump berkaitan erat dengan cadangan minyak dan kekayaan tambang Venezuela.

        Baca Juga: Hanya Omong Kosong, Rencana Trump Ingin Jadikan Venezuela Negara Bagian Diprotes Warga Amerika Serikat

        Mengutip Elton B. Stephens Company (EBSCO), Venezuela dikenal sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar di dunia, terutama di sektor energi. Negara tersebut memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, mencapai sekitar 298 miliar barel minyak.

        Selain minyak bumi, Venezuela juga memiliki cadangan gas alam yang besar, bijih besi hingga bauksit yang merupakan bahan utama produksi aluminium. Sumber daya hidroelektrik Venezuela juga termasuk salah satu yang terbesar di dunia dan banyak berasal dari wilayah Dataran Tinggi Guiana.

        EBSCO menjelaskan bahwa industri minyak menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela karena menyumbang sekitar 90 persen pendapatan ekspor negara tersebut. Namun di sisi lain, Venezuela juga menghadapi krisis ekonomi panjang akibat penurunan produksi minyak, inflasi tinggi serta salah kelola ekonomi yang membuat kondisi sosial masyarakat memburuk.

        Trump sendiri sebelumnya secara terbuka mengakui ketertarikannya terhadap kekayaan minyak Venezuela. Dalam wawancara telepon bersama Fox News, ia mengaku serius mempertimbangkan menjadikan Venezuela bagian dari Amerika Serikat karena nilai minyaknya yang sangat besar.

        Venezuela loves Trump,” kata Trump kepada Fox News.

        Fox News melaporkan Trump menyebut cadangan minyak Venezuela bernilai hingga 40 triliun dolar AS atau lebih dari Rp699 ribu triliun.

        Selain minyak, kawasan Essequibo yang menjadi sengketa Venezuela dan Guyana juga diketahui kaya akan minyak dan mineral strategis. Wilayah tersebut kini sedang diperebutkan di Mahkamah Internasional setelah penemuan cadangan minyak besar oleh ExxonMobil beberapa tahun terakhir.

        Di tengah polemik tersebut, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan negaranya tidak akan pernah menjadi bagian dari Amerika Serikat. Ia menekankan rakyat Venezuela memiliki semangat kemerdekaan yang kuat.

        “Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami,” kata Rodriguez kepada wartawan di Den Haag.

        Rodriguez juga menegaskan Venezuela akan terus mempertahankan integritas wilayah, sejarah dan kedaulatannya dari campur tangan asing.

        Baca Juga: Trump Sebut Venezuela ‘Negara Bagian ke-51’, Caracas Langsung Melawan

        Pernyataan Trump terkait Venezuela menambah daftar negara yang sebelumnya pernah ia singgung untuk dianeksasi atau dijadikan bagian dari AS, termasuk Kanada dan Greenland. Namun kali ini, banyak pihak menilai kepentingan energi dan sumber daya alam menjadi faktor utama di balik wacana tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: