Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta negara-negara untuk bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan kasus hantavirus dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun saat ini belum ada tanda-tanda wabah besar, masa inkubasi virus yang panjang menjadi faktor kewaspadaan utama.
Hingga saat ini, WHO telah mengonfirmasi sembilan kasus hantavirus varian Andes. Pejabat kesehatan menekankan bahwa risiko kesehatan masyarakat global masih rendah dan situasi ini tidak dapat dibandingkan dengan awal pandemi Covid-19.
"Ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang," tutur Tedros dalam konferensi pers di Madrid, Jumat (15/5/2026).
Evakuasi Kapal MV Hondius dan Kondisi Pasien
Kapal MV Hondius sempat menghadirkan tantangan diplomatik sebelum akhirnya Spanyol mengizinkan kapal tersebut berlabuh di Kepulauan Canary untuk evakuasi. Lebih dari 120 penumpang dan awak kapal telah diterbangkan kembali ke negara masing-masing mulai hari Minggu dan Senin lalu.
Baca Juga: Apakah Penularan Hantavirus Seganas COVID-19? Menkes Beber Faktanya
Negara-negara yang menerima pengungsi tersebut kini menerapkan langkah kesehatan sesuai pedoman WHO, termasuk masa karantina selama 42 hari. Spanyol melaporkan satu dari 14 warganya yang dievakuasi dinyatakan positif hantavirus setelah sebelumnya menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan ringan.
Tedros menjelaskan bahwa potensi munculnya kasus baru dipicu oleh tingginya interaksi antarpenumpang di atas kapal sebelum langkah pencegahan dilakukan. Mengingat masa inkubasi virus yang berkisar antara 6 hingga 8 minggu, pemantauan terus-menerus terhadap kontak berisiko tinggi menjadi prioritas saat ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: