Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menjelang Bitcoin Pizza Day, Indodax Ungkap Perubahan Besar Industri Kripto

        Menjelang Bitcoin Pizza Day, Indodax Ungkap Perubahan Besar Industri Kripto Kredit Foto: Indodax
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri aset kripto di Indonesia dinilai mulai memasuki fase yang lebih matang seiring meningkatnya jumlah pengguna, penguatan regulasi, dan tuntutan tata kelola yang lebih ketat. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) menyebut aset digital kini tidak lagi dipandang sekadar eksperimen teknologi, tetapi mulai berkembang menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital nasional.

        Menjelang peringatan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei 2026, Indodax mencatat jumlah anggota platformnya mendekati 10 juta pengguna. Angka tersebut muncul di tengah pertumbuhan pengguna kripto nasional yang terus meningkat.

        CEO Indodax William Sutanto mengatakan perkembangan industri saat ini menunjukkan adanya perubahan pola adopsi masyarakat. Jika sebelumnya fokus industri lebih banyak pada pengenalan teknologi dan perluasan akses, kini perhatian bergeser ke aspek kepercayaan dan perlindungan pengguna.

        “Perjalanan industri kripto hari ini sudah sangat berbeda dibanding satu dekade lalu. Jika dahulu fokus utamanya adalah akses dan adopsi, kini industri bergerak menuju fase yang lebih matang dengan menempatkan kepercayaan dan perlindungan pengguna sebagai prioritas utama,” ujar William.

        Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 mencatat jumlah pengguna kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 46,5% atau hampir separuhnya tercatat sebagai pengguna Indodax.

        Pertumbuhan pengguna dinilai berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan industri setelah berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Regulasi tersebut mendorong pelaku industri meningkatkan standar tata kelola, transparansi, hingga sistem perlindungan pengguna.

        William menilai peningkatan jumlah pengguna dan skala industri membuat aspek keamanan menjadi perhatian utama. Salah satu pendekatan yang dinilai penting adalah penerapan Know Your Customer (KYC) Hygiene untuk mengurangi risiko penyalahgunaan identitas maupun ancaman kejahatan digital.

        “Dalam industri yang terus berkembang, keamanan tidak lagi hanya berbicara soal perlindungan aset, tetapi juga perlindungan identitas digital pengguna. Karena itu, praktik KYC Hygiene dan penguatan sistem keamanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

        Baca Juga: Indodax Nilai Pertumbuhan Keuangan Digital Harus Diimbangi Keamanan Pengguna

        Baca Juga: Pengguna Kripto RI Tembus 21 Juta, 46,5% Ada di Indodax

        Baca Juga: Indodax Sebut DCA Jadi Strategi Redam Risiko Saat Pasar Kripto Sideways

        Selain penguatan sistem keamanan, pelaku industri juga mulai mengedepankan aspek transparansi. Salah satu mekanisme yang diterapkan adalah Proof of Reserves (PoR) untuk memastikan ketersediaan aset pengguna di platform perdagangan dapat diverifikasi secara berkala.

        Di sisi produk, Indodax juga memperluas pilihan aset digital yang diperdagangkan. Saat ini platform tersebut menyediakan lebih dari 500 aset kripto, termasuk instrumen berbasis Real World Assets (RWA) seperti tokenized stocks.

        Bitcoin Pizza Day sendiri merujuk pada transaksi bersejarah pada 2010 ketika dua loyang pizza dibeli menggunakan Bitcoin. Peristiwa tersebut menjadi titik awal penggunaan Bitcoin dalam transaksi ekonomi riil dan kini diperingati sebagai tonggak perkembangan industri kripto global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: