Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Polri Bangun 1.376 Dapur Gizi, Program Makan Gratis Jadi Mesin Ekonomi Baru

        Polri Bangun 1.376 Dapur Gizi, Program Makan Gratis Jadi Mesin Ekonomi Baru Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo membangun ribuan dapur gizi lewat Polri bukan sekadar program tambahan. Ini jadi sinyal kuat bahwa aparat kini masuk langsung ke urusan kesejahteraan masyarakat.

        Di hadapan Prabowo Subianto, Kapolri melaporkan Polri sudah memiliki 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

        "Sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG," kata Sigit dikutip dari ANTARA.

        Dari jumlah itu, ratusan unit sudah mulai beroperasi dan sisanya masih berjalan bertahap. Sebagian disiapkan untuk segera aktif, sementara ratusan lainnya masih dalam proses pembangunan.

        Jika seluruhnya aktif, dampaknya bukan cuma soal makanan gratis. Program ini diproyeksikan menjangkau jutaan orang sekaligus membuka puluhan ribu lapangan kerja baru.

        "Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja," ujar Sigit. 

        Di titik ini, program makan bergizi gratis mulai terlihat sebagai mesin ekonomi baru. Bukan hanya memberi makan, tapi juga menggerakkan rantai pasok dan tenaga kerja lokal.

        Sigit menegaskan SPPG tidak sekadar soal distribusi makanan. Program ini juga dirancang untuk memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional.

        "Seluruh operasional memenuhi sertifikat penjamah makanan, laik higiene sanitasi, jaminan produk halal, serta uji laboratorium air," kata Sigit.

        Ia memastikan standar keamanan pangan jadi perhatian utama.

        Baca Juga: PGN Gencar Salurkan CNG di Batam, Restoran hingga SPPG Beralih dari LPG

        Langkah ini penting karena program besar seperti ini rawan masalah jika tidak diawasi ketat. Pemerintah mencoba menjaga kualitas agar bantuan tetap aman dikonsumsi masyarakat.

        Namun di balik itu, muncul pertanyaan yang tidak bisa dihindari. Sejauh mana peran Polri akan terus masuk ke sektor sosial dan ekonomi.

        Apakah ini bentuk percepatan program negara atau perluasan peran aparat di luar fungsi utamanya. Yang jelas, lewat SPPG, negara sedang membangun sistem yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

        Dan untuk saat ini, Polri menjadi salah satu motor utama di balik jalannya program tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: