Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Alasan Putin Dijadwalkan Datang ke Cina Setelah Trump

        Ini Alasan Putin Dijadwalkan Datang ke Cina Setelah Trump Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Kremlin/Aleksey Druzhinin
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Rusia, Vladimir Putin, disebut bakal melakukan kunjungan satu hari ke Cina pada 20 Mei 2026. Jika terlaksana, lawatan tersebut berlangsung dalam momentum peringatan 25 tahun “Treaty of Good-Neighborliness, Friendship, and Cooperation” antara Moskow dan Beijing.

        Perjanjian “Treaty of Good-Neighborliness, Friendship, and Cooperation” yang ditandatangani pada 2001 oleh Putin dan Presiden Cina saat itu, Jiang Zemin, merupakan fondasi hubungan baru antara Rusia dan Cina.

        Namun, di samping peringatan perjanjian, kunjungan Putin ini menjadi sorotan karena berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyelesaikan lawatan kenegaraannya ke Beijing.

        Menurut laporan South China Morning Post, situasi tersebut menjadi strategi geopolitik Presiden Cina, Xi Jinping, yang berupaya menjaga keseimbangan hubungan dengan Amerika sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan Rusia.

        Sebelumnya, Trump mendapat sambutan meriah di Beijing, mulai dari karpet merah hingga penyambutan oleh anak-anak sekolah. Sementara itu, kunjungan Putin diperkirakan tidak akan diwarnai seremoni sebesar kunjungan Trump.

        Meski demikian, hubungan Cina dan Rusia terus menunjukkan penguatan, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Beijing bahkan beberapa kali menggambarkan hubungan dengan Moskow sebagai relasi yang “kokoh seperti batu”.

        Baca Juga: Xi Jinping dan Trump Bertemu di Beijing, Arah Baru Hubungan Cina AS?

        Hubungan ekonomi kedua negara juga semakin erat. Perdagangan bilateral menjadi salah satu penopang penting ekonomi Rusia di tengah tekanan sanksi Barat terhadap Moskow.

        Di sisi lain, Xi Jinping tetap berupaya menjaga stabilitas hubungan dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: