Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Anjlok 4 Persen, Candaan Prabowo Kembali Viral: Makin Putus Asa...

        IHSG Anjlok 4 Persen, Candaan Prabowo Kembali Viral: Makin Putus Asa... Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok tajam hingga lebih dari 4 persen hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam perdagangan pada Senin (18/5/2026). Pelemahan drastis ini memicu reaksi luas dari netizen di media sosial.

        Berdasarkan data RTI Business pukul 10.30 WIB, IHSG turun 289,367 poin atau 4,30 persen ke level 6.433,95. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp6,836 triliun dengan volume perdagangan mencapai 12,887 miliar saham.

        Baca Juga: Rupiah Melemah Parah, Ucapan Prabowo Soal Dolar Kini Viral: Wallahi We’re Doomed

        Penurunan indeks dipicu oleh pelemahan hampir seluruh sektor saham. Sektor material dasar mencatat penurunan terdalam hingga 9 persen. Sementara sektor energi, industri, konsumer primer, keuangan, infrastruktur, dan transportasi sama-sama melemah lebih dari 4 persen.

        Tekanan pasar juga datang dari jatuhnya sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti TPIA, DSSA, AMMN, BREN, MORA, EMAS, hingga TKIM. Saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI juga ikut terseret turun.

        Pelaku pasar menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi berbagai sentimen negatif, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, tekanan global, hingga keputusan MSCI dan FTSE yang masih membekukan pasar saham Indonesia dan mengeluarkan sejumlah emiten dari indeks mereka.

        Di media sosial, pelemahan IHSG menjadi bahan perbincangan netizen. Banyak pengguna X mengaku frustrasi melihat indeks saham Indonesia yang terus bergerak di zona merah.

        Akun @saptaipb misalnya mengungkapkan keheranannya terhadap kondisi pasar saham saat ini.

        “Indeks apa sih ini, gak pernah ijo,” tulis akun tersebut di X.

        Komentar itu langsung memicu beragam respons dari netizen lain. Sebagian mencoba menanggapi dengan candaan, sementara lainnya mengaitkan kondisi pasar dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal dolar AS.

        “Biar nutup gap dulu kalo kata-kata analis bang, sekalian biar nutup di gap 6100-an. Klo itu juga jebol ya berarti sabarnya dilebarin lagi sampai 4 tahon ke depan,” balas seorang netizen.

        Netizen lain juga ikut menyoroti tren pelemahan berkepanjangan di pasar saham Indonesia.

        “Eh iya deh ini indeks kok suka banget ngajak turun mulu,” tulis netizen lainnya.

        Candaan Presiden Prabowo soal masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar juga ikut kembali disinggung dalam diskusi netizen terkait kondisi pasar keuangan.

        “wkwk org desa ga pake saham sih serok apa ya kak,” tulis seorang pengguna X.

        Sementara netizen lain mengaitkan langsung sentimen pasar dengan pernyataan tersebut.

        “makin putus asa semenjak ada kalimat ‘orang desa ga pake dolar’,” tulis netizen lainnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan candaan saat menanggapi penguatan dolar AS terhadap rupiah dalam acara peresmian operasional koperasi desa dan kelurahan di Nganjuk pada Sabtu (16/5/2026).

        Baca Juga: Boy Candra Sindir Prabowo: Rakyat Disuruh Joget di Tengah Rupiah Melemah

        “Mau dolar berapa ribu kek? Kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar. Bilang yang pusing yang itu yang suka ke luar negeri. Ayo siapa ini? Mbak Titik ini pusing ini,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: