Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jakarta Catat 3 Kasus Hantavirus, Dinkes DKI Beri Imbauan Penting

        Jakarta Catat 3 Kasus Hantavirus, Dinkes DKI Beri Imbauan Penting Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kasus hantavirus kini ditemukan di Jakarta. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap adanya tiga kasus positif hantavirus di wilayah ibu kota hingga pertengahan Mei 2026.

        Temuan tersebut langsung memicu kewaspadaan karena virus itu dapat menular melalui tikus, terutama dari kotoran, air liur, hingga urine yang bercampur dengan udara lalu terhirup manusia.

        “Sampai dengan saat ini kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan kepada teman-teman wartawan,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dikutip dari Antara, Senin (18/5).

        Ani mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membersihkan area yang terdapat banyak tikus. Menurutnya, penularan virus bisa terjadi dalam berbagai cara, terutama melalui partikel udara yang telah terkontaminasi.

        “Yang perlu diwaspadai adalah pada saat masyarakat membersihkan tempat-tempat yang memang di situ indikasi ada banyak tikus, harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam,” ujar Ani. 

        Baca Juga: Apakah Penularan Hantavirus Seganas COVID-19? Menkes Beber Faktanya

        Ia menjelaskan, penularan bisa terjadi ketika kotoran, air liur, maupun urine tikus bercampur dengan udara dan tanpa sengaja terhirup manusia. Risiko juga meningkat apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan sekresi tikus yang telah terkontaminasi virus Hanta atau mengalami gigitan tikus.

        Karena itu, masyarakat diminta memastikan ventilasi udara tetap baik saat membersihkan area kotor yang diduga menjadi sarang tikus.

        Ani juga mengingatkan agar kotoran tikus tidak dibersihkan dalam kondisi kering karena bisa membuat partikel virus beterbangan di udara.

        “Jadi, harus disemprot dulu dengan disinfektan. Kalau di rumah, kita bisa menggunakan cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya,” ujar Ani.

        Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran hantavirus.

        “Cuci tangan sebelum melakukan aktivitas, sesudah melakukan aktivitas. Kemudian, kalau kita berada di tempat-tempat yang ada kemungkinan terkontaminasi atau bekerja di tempat-tempat yang kotor dan kemungkinan ada tikus, jangan lupa pakai masker, mungkin pakai pengaman yang lain,” ungkap Ani.

        Baca Juga: Penyakit Hantavirus Ancam Jemaah Haji Indonesia, Begini Kata DPR

        Terlepas dari kasus yang telah ada, Ani meminta masyarakat tidak panik menghadapinya. Ia menegaskan hantavirus bukan virus baru seperti COVID-19 karena selama ini sudah rutin dipantau setiap tahun oleh otoritas kesehatan.

        Menurutnya, kewaspadaan dan penerapan kebersihan lingkungan menjadi langkah utama untuk menekan risiko penyebaran virus di tengah masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: