Iran Siapkan Biaya dan Aturan Baru di Selat Hormuz, Akses Kapal Mulai Dibatasi
Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Iran mengumumkan pembentukan otoritas baru untuk mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penguatan kontrol terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan akan memberikan pembaruan terkait operasi di Selat Hormuz. Mereka menyebut informasi akan disampaikan secara berkala melalui platform X.
Namun, hingga kini otoritas Iran belum menjelaskan secara rinci struktur maupun kewenangan lembaga baru tersebut. Detail terkait tanggung jawab operasional juga masih belum diungkap.
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyebut negaranya telah menyiapkan mekanisme lalu lintas maritim. Skema tersebut akan diterapkan melalui jalur tertentu di kawasan selat.
“Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat,” tulis Azizi.
Ia juga menyebut Iran akan mengenakan biaya untuk layanan khusus bagi kapal yang melintas. Kebijakan ini berpotensi menambah komponen biaya dalam distribusi energi global.
Baca Juga: Trump Ogah Datang, Amerika Malah Serahkan Negosiasi Iran ke Timur Tengah
Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional. Jalur ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak, bahan bakar, dan gas dunia.
Kebijakan baru ini muncul di tengah konflik yang melibatkan Israel dan sekutu AS di kawasan. Ketegangan tersebut sebelumnya memicu gangguan terhadap aktivitas pelayaran.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran. Situasi tersebut sempat berujung pada penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Sejak 13 April, AS juga memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan tersebut. Kondisi ini memperumit situasi keamanan di Selat Hormuz.
“Informasi terkini mengenai operasi di Selat Hormuz dan perkembangan terbaru” akan terus diperbarui, demikian pernyataan otoritas Iran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: