Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amran Bongkar Modus Mafia Proyek Pertanian Bermodal Nama Kementan

        Amran Bongkar Modus Mafia Proyek Pertanian Bermodal Nama Kementan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mencatat hingga saat ini sudah ada 76 tersangka yang berhasil diamankan dalam berbagai kasus yang berkaitan dengan penyimpangan di lingkungan pertanian.

        "Alhamdulillah sudah ada tersangka 76 dan yang menarik juga tidak kalah pentingnya adalah perangi mafia," kata Amran di Jakarta, Selasa (18/5/2026).

        Dari beberapa tersangka, Amran menyebut adanya dugaan penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Pertanian untuk meminta uang kepada masyarakat dengan janji proyek pertanian. 

        Dalam kasus tersebut, disebutkan seorang berinisial H menerima uang sebesar Rp300 juta dari pihak berinisial R dengan iming-iming proyek di sektor pertanian.

        “Kami minta kepada kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Kalau ada yang terlibat di pertanian, saya pastikan saya pecat,” tegas Amran.

        Ia menekankan tidak ada lagi toleransi bagi pihak-pihak yang bermain dalam praktik korupsi maupun mafia proyek di lingkungan Kementerian Pertanian. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan kejahatan serius karena mencatut nama kementerian demi keuntungan pribadi.

        Baca Juga: Australia Sampai Telepon Mentan Amran, Pupuk Indonesia Kini Jadi Rebutan Dunia

        Baca Juga: Mentan Andi Amran Sebut 5 Negara Minta Pasokan Pupuk Urea dari Indonesia

        Amran mengungkapkan bahwa praktik serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk kasus permintaan uang Rp27 miliar dan kasus lain sebesar Rp350 juta hingga Rp150 juta yang berujung pada pemecatan pelaku.

        “Nah ini sementara didalami dan aku minta yang memberi dan yang diberi kalau bisa dihukum dua-duanya, dipidana dua-duanya,” ujarnya.

        Satu ASN Berstatus DPO

        Selain itu, Kementerian Pertanian juga baru menerbitkan surat pemecatan terhadap seorang pegawai berinisial C pada 7 Mei 2026. Saat ini yang bersangkutan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

        Amran berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku agar dapat mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik di dalam maupun di luar Kementerian Pertanian.

        Mudah-mudahan dalam waktu dekat ditangkap dan bisa menunjuk siapa lagi di kementerian pertanian maupun di luar kementerian siapa yang ditemani bermain-main," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: