Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menlu Sugiono Jelaskan Kendala dalam Bebaskan Relawan dan Jurnalis asal Indonesia yang Ditangkap Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan

        Menlu Sugiono Jelaskan Kendala dalam Bebaskan Relawan dan Jurnalis asal Indonesia yang Ditangkap Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara mengenai insiden pencegatan kapal dan penahanan 9 relawan termasuk jurnalis asal Indonesia oleh militer Israel. Para WNI tersebut diketahui tengah berada dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Siprus, Laut Mediterania Timur.

        Sugiono menyatakan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) langsung bergerak cepat dengan menghubungi jaringan diplomasi di Timur Tengah untuk memantau situasi di lapangan.

        "Kami terus berkomunikasi dengan teman-teman Kemlu di Yordania dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang dicegat dan ditahan oleh Israel," ujar Sugiono saat memberikan keterangan kepada media.

        Meski demikian, Menlu mengakui bahwa proses pengumpulan informasi saat ini masih menghadapi kendala besar di lapangan. "Sejauh ini informasi yang kita terima masih sulit karena komunikasi yang sangat terbatas," lanjutnya.

        Dalam kesempatan tersebut, Sugiono juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberanian para relawan dan jurnalis Indonesia yang terlibat dalam misi GSF 2.0. Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan solidaritas nyata masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan.

        "Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla. Ini mencerminkan keinginan kuat untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, khususnya di Gaza. Ini merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi," tuturnya.

        Sementara itu, Sugiono menjelaskan tantangan berikutnya yakni Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, untuk itu Kemlu saat ini hanya menggunakan jalur diplomasi multilateral dan bantuan negara sahabat untuk mengupayakan keselamatan para WNI.

        "Kami terus melakukan upaya koordinasi. Karena kita tidak punya hubungan langsung, jadi kita meminta tolong kepada negara lain yang warga negaranya juga mengalami nasib serupa, serta berkoordinasi erat dengan teman-teman di Yordania dan Turki," jelas Sugiono.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: