Prabowo Akui Kadang Pilu Dikritik Keras PDIP: Tapi Mungkin untuk Menyelamatkan
Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap merasa sedih tatkala menerima kritikan tajam dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berada di luar pemerintahan. Namun, Prabowo menyebut kritik tersebut penting sebagai bentuk pengawasan terhadap pemerintah.
"Kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” kata Prabowo saat penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Meski begitu, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku mulai memahami bahwa kritik keras yang dilontarkan PDIPP sebenarnya memiliki dasar dan tujuan baik untuk mengingatkan pemerintah.
“Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita,” tutur Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Terima Kasih PDIP Berjasa untuk Demokrasi
Prabowo juga menyampaikan penghormatan terhadap keputusan PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan. Menurut dia, keberadaan oposisi tetap diperlukan untuk menjaga demokrasi dan sistem check and balances.
“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” ujarnya
Ia bahkan secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada PDIP karena dinilai berperan menjaga demokrasi Indonesia.
“Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” ungkap Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengaku sebenarnya ingin seluruh partai politik bergabung dalam pemerintahan melalui semangat gotong royong. Namun, ia menyadari terlalu banyak partai di pemerintahan juga belum tentu baik karena pemerintah tetap membutuhkan kritik.
Baca Juga: Prabowo Tak Mau Jurang Si Kaya dan Si Miskin Makin Lebar: Kita Perjuangkan!
“Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi,” imbuh Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri