Kredit Foto: Istimewa
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkecil kesenjangan ekonomi di Indonesia. Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI, Prabowo menekankan jarak antara masyarakat kaya dan miskin tidak boleh semakin melebar.
"Jarak antara yang terkaya dan termiskin tidak boleh harus melebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," kata Prabowo dalam sidang di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan target pemerintah menurunkan rasio gini atau tingkat ketimpangan ekonomi menjadi 0,362-0,367 pada 2027. Angka itu lebih rendah dibanding target sebelumnya yang berada di kisaran 0,376-0,380.
Dalam pidato Pembicaraan Pendahuluan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027, Prabowo mengaku prihatin setelah melihat data ekonomi nasional beberapa pekan setelah dirinya resmi menjabat sebagai presiden.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir sebenarnya cukup baik karena rata-rata berada di level 5 persen per tahun. Namun, hasil pertumbuhan itu dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat luas.
Baca Juga: Prabowo Pasang Target Baru: Kemiskinan dan Pengangguran Turun Drastis di 2027
“Pertumbuhan kita dalam 7 tahun terakhir memang baik, 5% tiap tahun. Selama 7 tahun kali 5% pertumbuhan kita 35%. Harusnya kita tambah kaya 35%,” ujar Prabowo.
Ia bahkan mengaku terpukul saat mengetahui jumlah masyarakat miskin justru bertambah dan kelompok kelas menengah mengalami penurunan di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut.
“Tapi apa yang terjadi? Sekali lagi saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan kepada rakyat kita. Ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah saya terima data-data ini beberapa minggu setelah saya jadi Presiden, saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya,” katanya.
“7 tahun kali 5%, 35% ekonomi kita tumbuh. Tapi rakyat kita yang miskin tambah. Yang kelas menengah turun, saudara-saudara,” lanjutnya.
Karena itu, pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 6 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Target tersebut lebih rendah dibanding sasaran sebelumnya di kisaran 6,5 persen sampai 7,5 persen.
"Dan pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata. Angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentan 6-6,5% dari target sebelumnya 6,5-7,5%," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Arah Kebijakan Fiskal 2027, Rupiah Dijaga di Kisaran Rp16.800–Rp17.500
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga dipatok turun ke kisaran 4,30 persen hingga 4,87 persen. Pemerintah juga membidik peningkatan proporsi lapangan kerja formal menjadi 40,81 persen pada 2027, naik dari sekitar 35 persen pada 2026.
"Kita juga akan buka lapangan kerja besar-besaran. Ditargetkan proporsi lapangan formal meningkat menjadi 40,81% di 2027 dari sebelumnya 35% di 2026, atau naik 5,81%," ucap Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: