Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Berhasil Amankan 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

        Indonesia Berhasil Amankan 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Kredit Foto: Arsari
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan Rusia berkomitmen untuk memasok 150 juta barel minyak ke Indonesia untuk periode tahun ini. Kepastian tersebut didapat saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja strategis ke Moskow, Rusia.

        Hashim menyebut dalam pertemuan bilateral yang berlangsung selama tiga jam bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Indonesia berhasil mengamankan komitmen pasokan minyak mentah dan produk minyak dalam jumlah besar.

        "Indonesia akan memperoleh pasokan hingga 150 juta barel untuk tahun ini yang akan membuat pasokan minyak mentah dan produk minyak Indonesia aman dan terjamin sepanjang tahun ini," kata Hashim di acara IPA Convex, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/5/2026).

        Hashim menambahkan, di tengah meningkatnya tensi geopolitik global akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pemerintah harus realistis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

        Dampak negatif dari ketegangan di Timur Tengah tersebut kini mulai dirasakan secara global, tidak terkecuali oleh Indonesia yang memiliki ketergantungan cukup tinggi pada sektor energi luar negeri.

        Baca Juga: Bahlil Tegur Pertamina Karena Lambat Serap Sumur Minyak Rakyat

        Baca Juga: Permintaan Minyak Tembus 113 Juta Barel, Bos Petronas Wanti-wanti Investasi Hulu Makin 'Loyo''

        Saat ini, Indonesia tercatat mengimpor sekitar 1 juta barel per hari minyak mentah dan produk minyak. Angka impor yang besar ini dinilai membuat posisi Indonesia cukup rentan, terutama jika terjadi gangguan pasokan atau lonjakan harga akibat perang di wilayah penghasil minyak seperti Iran.

        "Oleh itu, kita beruntung karena kebijakan negara lain, kita tidak memiliki musuh," ungkap Hashim.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: