Amerika dan Sekutunya Murka ke Israel Soal Penangkapan Relawan Gaza, Sampai Sebut Jijik!
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat (AS) bersama sejumlah negara sekutunya mengecam keras Israel setelah muncul video perlakuan aparat terhadap relawan Global Sumud Flotilla yang ditangkap saat menuju Gaza.
Kemarahan internasional memuncak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.
Baca Juga: Pesawat Hercules se-Asia Akan Penuhi Bandara Kertajati, Efek Manuver Prabowo dan Amerika Serikat
Dalam video tersebut, Ben-Gvir tampak mengejek para relawan sambil mengibarkan bendera Israel dan mengatakan dalam bahasa Ibrani, “Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan.”
Aksi itu bahkan menuai kritik dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Hal itu tidak sejalan dengan nilai-nilai Israel,” kata Netanyahu.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai sesuatu yang “menjijikkan”.
Sementara Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan video tersebut memperlihatkan kejadian yang memalukan.
“Kejadian yang benar-benar memalukan,” ujar Cooper sambil menyebut pemerintah Inggris telah memanggil Kedutaan Besar Israel untuk meminta penjelasan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga mengecam perlakuan Israel terhadap para relawan.
“Perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap martabat manusia harus dijunjung tinggi di mana pun, setiap saat,” kata Carney.
Selain Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, negara-negara seperti Prancis, Italia, Belanda, Belgia, serta Spanyol turut memanggil duta besar Israel di negara masing-masing.
Menteri Luar Negeri Irlandia Helen McEntee mengatakan para relawan yang ditahan tidak diperlakukan dengan hormat.
“Mereka tidak diperlakukan dengan martabat atau rasa hormat yang semestinya,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Israel 'Tak Memanusiakan' Relawan Global Sumud Flotilla, 9 WNI Ikut Jadi Korban!
Indonesia juga terus melakukan koordinasi diplomatik untuk memastikan keselamatan sembilan WNI yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: