Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        FTSE Russell Kembali Review Pasar RI, Saham HSC Dipelototi

        FTSE Russell Kembali Review Pasar RI, Saham HSC Dipelototi Kredit Foto: Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        FTSE Russell kembali menyoroti saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration(HSC) dalam proses review pasar Indonesia. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari pemantauan berkelanjutan terhadap reformasi pasar modal domestik, bukan semata evaluasi terhadap fundamental emiten.

        Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia Fat Aliansyah Budiman mengatakan FTSE Russell saat ini melanjutkan kebijakan freeze yang telah diterapkan pada evaluasi sebelumnya sambil memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia.

        “FTSE menyebutkan bahwa mereka akan melanjutkan freeze yang sebelumnya sudah dilakukan pada review sebelumnya. Jadi sebenarnya kalau diperhatikan secara seksama, baik MSCI maupun FTSE sejauh ini, mereka sedang mereview apa yang sedang dilakukan dalam skala yang besar, reformasi di Indonesia ini,” ujar Fat dalam kanal YouTube Maybank Sekuritas, Selasa (12/5/2026).

        Menurut dia, terdapat perubahan pendekatan dalam kebijakan FTSE dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya penyesuaian indeks masih membuka peluang kenaikan maupun penurunan bobot saham, kini evaluasi lebih diarahkan pada tindakan yang bersifat negatif seperti downgrade atau penghapusan saham yang masuk kategori HSC.

        “FTSE sebelumnya masih memberikan kelonggaran. Tapi kalau kali ini satu arah, jadi hanya yang memang pengurangan bobot, perubahan di downgrade, atau mungkin dikeluarkan dari list karena memang masuk ke list saham-saham HSC,” katanya.

        Fat menilai pendekatan tersebut sejalan dengan langkah yang sebelumnya diterapkan MSCI terhadap pasar Indonesia melalui kebijakan interim freeze.

        Menurut dia, pelaku pasar sebenarnya telah mengantisipasi langkah FTSE Russell tersebut, meskipun sebelumnya indeks global itu masih memberikan ruang penyesuaian yang lebih fleksibel.

        Berdasarkan informasi FTSE Russell, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk disebut menjadi satu-satunya saham yang saat ini masuk dalam daftar HSC FTSE.

        Baca Juga: IHSG Berpotensi Ambruk Lagi Gegara Efek Keputusan FTSE, BEI: Konsekuensi yang Mesti Diterima

        Baca Juga: FTSE Russell Dikabarkan Coret Saham HSC, BEI Nilai Pasar Sudah Siap

        Baca Juga: FTSE Tendang Saham HSC, BREN hingga DSSA Terancam

        “Untuk FTSE sendiri saat ini yang masuk ke dalam saham list HSC itu hanya DSSA. Jadi kalau diperhatikan yang membedakan sama MSCI, yang dikeluarkan dari FTSE sudah pasti itu hanya DSSA," ujar Fat.

        Di sisi lain, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) saat ini juga tidak tercatat sebagai konstituen aktif FTSE Russell. Sebelumnya, FTSE Russell sempat melakukan penyesuaian terhadap status saham tersebut dalam FTSE Global Equity Index Series pada September 2024.

        Fat menilai investor perlu memahami bahwa evaluasi indeks global lebih berkaitan dengan metodologi, likuiditas perdagangan, serta kebutuhan replikasi passive fund, bukan cerminan kondisi fundamental perusahaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: