Amerika dan Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serang Pasteur Institute, Ini Kata Iran
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Iran menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan kejahatan perang setelah serangan terhadap Pasteur Institute of Iran pada Maret lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengecam keras serangan tersebut yang disebut menghancurkan institusi riset kesehatan tertua di Iran.
Baca Juga: Amerika Pamer Kesiapannya Bombardir Wilayah Iran, Siagakan F-35 hingga USS Abraham Lincoln
Dalam unggahannya di platform X, Baghaei menyebut serangan Amerika dan Israel terhadap Pasteur Institute sebagai tindakan yang disengaja dan merupakan pelanggaran berat hukum internasional.
“Serangan sengaja Amerika-Israel terhadap Pasteur Institute of Iran adalah kejahatan perang yang nyata. Para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Baghaei.
Ia menilai serangan terhadap lembaga riset kesehatan dan sains berusia lebih dari satu abad itu merupakan serangan langsung terhadap hak dasar warga sipil Iran atas kesehatan, ilmu pengetahuan, dan kehidupan.
Komentar Baghaei muncul setelah jurnal medis internasional The Lancet menerbitkan laporan yang memperingatkan dampak serius penghancuran institusi tersebut terhadap keamanan kesehatan kawasan.
Menurut laporan The Lancet, World Health Organization (WHO) mengonfirmasi bahwa Pasteur Institute tidak lagi berfungsi dan tidak mampu memberikan layanan kesehatan setelah pemboman terjadi.
Laporan itu juga menyebut sistem kesehatan Iran sebelumnya sudah berada dalam kondisi rapuh akibat bertahun-tahun terkena sanksi internasional.
Di tengah tuduhan tersebut, United States Central Command justru memamerkan kesiapan militernya menghadapi Iran.
CENTCOM mengunggah foto-foto pengerahan jet tempur siluman F-35 Lightning II dan kapal induk USS Abraham Lincoln yang disebut berada dalam kondisi kesiapan penuh di Laut Arab.
Militer AS menyatakan pasukannya tetap siaga sambil menjalankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Baca Juga: Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump
Peningkatan aktivitas militer itu terjadi di tengah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran yang masih berlangsung sejak 8 April lalu dan sewaktu-waktu dikhawatirkan dapat kembali pecah menjadi konflik terbuka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: