Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Internet Iran Lumpuh Lebih dari 80 Hari, Warga Terisolasi Sejak Diserang Amerika

Internet Iran Lumpuh Lebih dari 80 Hari, Warga Terisolasi Sejak Diserang Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengalami pemadaman internet terpanjang dalam sejarah negara tersebut setelah akses digital lumpuh lebih dari 80 hari sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Pemutusan internet massal itu membuat jutaan warga Iran terisolasi dari dunia luar sekaligus kehilangan akses terhadap ekonomi digital dan informasi independen.

Baca Juga: Amerika Hanya Berikan Dua Opsi ke Iran, JD Vance: Kami Sudah 'Locked and Loaded'

Menurut Peneliti Hak Digital Iran di Filterwatch, Solmaz Eikder kebijakan pemutusan internet telah lama digunakan aparat keamanan Iran untuk menghambat komunikasi masyarakat dan membatasi arus informasi.

“Jutaan orang kini kembali terputus dari ekonomi digital dan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan platform besar seperti Instagram, X, dan YouTube tetap tidak bisa diakses secara normal di Iran tanpa bantuan Virtual Private Network (VPN).

Pemadaman internet kali ini disebut paling parah dibandingkan berbagai pembatasan sebelumnya, termasuk saat demonstrasi nasional Januari lalu yang berakhir dengan penindakan keras aparat.

Dampak ekonomi dari kebijakan itu juga disebut sangat besar.

Inflasi di Iran dilaporkan melonjak hingga lebih dari 50 persen, sementara nilai mata uang rial terus merosot tajam.

Banyak usaha kecil berbasis daring ikut lumpuh akibat pembatasan internet.

“Banyak perempuan dari kota kecil dan desa menjual buah kering, pakaian buatan tangan, atau makanan secara online. Pendapatan itu kini hilang,” kata Eikder.

Selain kehilangan penghasilan, masyarakat Iran juga semakin kesulitan mengakses berita independen.

Spesialis Kebebasan Internet DW, Oliver Linow mengatakan alat pembobol sensor yang selama ini digunakan warga Iran sering tidak efektif saat terjadi pemadaman hampir total.

“Menjadi sangat sulit bagi masyarakat Iran untuk mengakses informasi yang dapat dipercaya,” ujarnya.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dalam beberapa pekan terakhir menjanjikan layanan internet akan segera dipulihkan.

Baca Juga: Iran Resmi Akan Kelola Selat Hormuz, Pegang Urat Nadi Timur Tengah

Namun hingga kini belum ada kepastian kapan akses penuh internet di Iran benar-benar kembali normal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: