Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Refly Harun: Godaan Dua Periode Bisa Buyarkan Komitmen Prabowo

        Refly Harun: Godaan Dua Periode Bisa Buyarkan Komitmen Prabowo Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sepenuhnya ditentukan oleh dirinya sendiri. Salah satu ujian terbesar adalah apakah Prabowo akan tergoda untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

        Menurut Refly, jika mantan Menteri Pertahanan itu ingin menjabat dua periode, maka ia berpotensi menempuh strategi serupa dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

        "Kuncinya akan di Prabowo sendiri. Apakah Prabowo akan tergoda untuk dua periode atau tidak? Kalau dia tergoda untuk dua periode, maka dia akan lakukan seperti Jokowi. Apa itu? Dia siapkan infrastruktur kemenangan untuk 2029, seperti Jokowi menyiapkan infrastruktur kemenangan untuk 2019," ucapnya, dikutip dari YouTube Refly Harun, Jumat (22/5).

        Refly menilai, dalam praktiknya, proyek pembangunan sering kali bukan untuk mensejahterakan rakyat, melainkan menjaga keterikatan masyarakat dengan partai dan tokoh politik. Rakyat dibiarkan miskin agar tetap bergantung pada bantuan tunai (cash transaction), yang pada akhirnya bersumber dari perampokan kekayaan negara, termasuk BUMN.

        Baca Juga: Politik 'Rangkulisme' Prabowo-PDIP: 'Hari ini Musuh Tapi Bisa jadi Teman'

        Baca Juga: Pemecah Rekor Utang! Jokowi 10 Tahun Tambah Rp5.800 Triliun

        Ia mencontohkan kasus Jiwasraya, proyek kereta cepat, hingga dana haji yang disebut-sebut pernah dijadikan sumber pendanaan politik.

        “Contoh, Koperasi Merah Putih bagus niatnya. Tapi kalau dibajak di tengah jalan, itu hanya menjadi alat tim pemenangan. Menjelang pilpres, siapa yang tidak mendukung Prabowo disingkirkan. Ada tim yang dibiayai negara di 84.000 desa dan kelurahan, keren, cadas, sudah pasti menang. Nah, godaan untuk the second term of office ini yang bisa membuat arah pembangunan jadi buyar. Yang tadinya bagus-bagus, tiba-tiba dananya untuk fundraising. Karena sekarang memenangkan pemilu itu enggak bisa lagi cuma 1–2 triliun, makin lama makin tinggi nilainya,” tegas Refly.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: