Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Pakar hukum tata negara Refly Harun menjuluki Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai “pemecah rekor” karena mencatatkan lonjakan utang negara terbesar sepanjang sejarah kepemimpinan Indonesia.
Refly menegaskan, selama 10 tahun menjabat, Jokowi menaikkan utang negara dari sekitar Rp2.600 triliun menjadi lebih dari Rp8.000 triliun.
"Tentang kita, zaman SBY, mulai dari zaman Bung Karno sampai SBY, utang kita itu 2.600 triliun cuma. Begitu Jokowi, hebat Jokowi, langsung 8.000 sekian triliun lebih. Jadi hanya dalam jangka waktu 10 tahun pemerintah, dia membuat utang kita yang tadinya 2.600 dari tahun '45 sampai tahun 2019, ya kan, dari 2019 sampai 2024, alhamdulillah jadi 8.000 sekian lebih. Pemecah rekor! Pemecah rekor!," ucap Refly, dikutip dari YouTube Refly Harun, Jumat (22/5).
Meski pembangunan infrastruktur masif dilakukan, Refly mempertanyakan efektivitasnya terhadap kesejahteraan rakyat. Ia menyinggung apakah jalan tol dan proyek besar benar-benar memberi manfaat nyata bagi kelas menengah.
"Dan memang pembangunan-pembangunan infrastruktur memang ada, tapi kan kita bicara tentang *cost and benefit*. Apakah pembangunan infrastruktur ini sudah membawa kesejahteraan atau tidak misalnya, jalan, jalan tol misalnya. Apakah jalan tol itu sudah membawa kesejahteraan atau tidak bagi kelas menengah seperti kita," imbuhnya.
Baca Juga: Ade Armando Sarankan Jokowi Jangan Terlalu Dekat dengan Kader PSI, 'Nanti Dicap Partai Keluarga'
Baca Juga: Ade Armando Mulai Kritik Jokowi dan PSI, Bawa-Bawa Masalah Dinasti Politik
Sebagai informasi, pada awal masa jabatan 2014, Jokowi menerima warisan utang dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar Rp2.608,7 triliun. Pada akhir masa jabatannya, total utang pemerintah melesat ke kisaran Rp8.500–Rp8.700 triliun.
Artinya, selama 10 tahun, penambahan utang baru mencapai lebih dari Rp5.800 triliun—angka terbesar sepanjang sejarah kepemimpinan presiden Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: