90 Pekerja Tewas dalam Tragedi Terburuk 17 Tahun di Tambang Batu Bara China
Kredit Foto: Istimewa
Sedikitnya 90 orang tewas dalam ledakan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China, pada Jumat (22/5) malam waktu setempat. Insiden ini tercatat sebagai bencana pertambangan paling mematikan di negara itu dalam 17 tahun terakhir.
Ledakan mengguncang tambang batu bara Liushenyu sekitar pukul 19.29 waktu setempat ketika ratusan pekerja masih berada di bawah tanah.
Baca Juga: Kecoa Jadi Simbol Perlawanan Anak Muda India Terhadap Rezim Penguasa, Begini Awalnya
Kantor berita Xinhua melaporkan total 247 pekerja berada di area tambang saat ledakan terjadi. Sebanyak 201 orang berhasil dievakuasi ke permukaan hingga Sabtu pagi, sementara puluhan lainnya menjadi korban jiwa.
Tim penyelamat mengerahkan 345 personel darurat untuk melakukan pencarian intensif terhadap para pekerja yang sempat terjebak di bawah tanah.
Laporan awal menyebut ledakan diduga dipicu gas beracun di area tambang. Sebelum insiden terjadi, kadar karbon monoksida dilaporkan terdeteksi melebihi ambang batas aman.
Beberapa pekerja yang ditemukan dalam kondisi kritis langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tragedi ini menjadi kecelakaan tambang terburuk di China sejak 2009, ketika ledakan tambang di Provinsi Heilongjiang menewaskan sedikitnya 108 orang.
Provinsi Shanxi sendiri dikenal sebagai salah satu pusat industri batu bara terbesar di China. Wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi penopang utama kebutuhan energi negara itu.
Meski standar keselamatan tambang di China disebut meningkat dalam beberapa dekade terakhir, kecelakaan kerja masih sering terjadi akibat lemahnya penerapan protokol keselamatan di sejumlah lokasi tambang.
Baca Juga: Pengamat Nilai Program MBG Bisa Cetak Generasi Unggul dalam 20 Tahun
China hingga kini masih menjadi konsumen batu bara terbesar dunia sekaligus salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar secara global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: