Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Sejumlah saham berhasil mencatat kenaikan signifikan di tengah ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 8,35% sepanjang perdagangan 18–22 Mei 2026. Di saat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) susut Rp1.190 triliun dan investor asing mencatat net sell Rp807,68 miliar, beberapa emiten justru melesat dan menjadi penopang indeks.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG turun dari level 6.723,320 menjadi 6.162,045 dalam sepekan perdagangan. Tekanan pasar terjadi di mayoritas sektor dan saham, namun sejumlah emiten masih mampu bertahan di zona hijau.
Berikut deretan saham yang mencatat penguatan terbesar sepanjang pekan lalu:
- LCKM naik 29,36% dari 109 menjadi 141
- APLI menguat 12,39% menjadi 254
- DFAM naik 12% menjadi 140
- UNIC menguat 11,03% menjadi 14.600
- CTBN naik 10,58% menjadi 5.750
- TALF menguat 9,09%
- GGRP naik 8,61%
- CITA menguat 8,60%
- SRAJ naik 7,69%
- INTD menguat 7,50%
Di tengah pelemahan IHSG, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SRAJ) menjadi salah satu penopang utama indeks dengan kontribusi 4,61 poin terhadap IHSG. Selain itu, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turut menopang indeks setelah naik 4,57% dengan kontribusi 2,38 poin.
Sebaliknya, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang anjlok 53,49% dan menggerus IHSG hingga 47,55 poin. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menjadi pemberat utama indeks.
Baca Juga: IHSG Anjlok 8,35%, Saham TPIA hingga BBCA Jadi Pemberat
Baca Juga: Lo Kheng Hong Diam-Diam Borong SIMP dan GJTL Saat Pasar Saham Berdarah
BEI mencatat nilai transaksi saham selama sepekan mencapai Rp108,85 triliun dengan volume perdagangan 183,34 miliar saham. Investor asing membukukan nilai jual Rp45,53 triliun dan nilai beli Rp44,72 triliun sehingga tercatat net sellsebesar Rp807,68 miliar.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun dari Rp11.825 triliun menjadi Rp10.635 triliun atau terpangkas sekitar Rp1.190 triliun dalam sepekan perdagangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: