Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,35% sepanjang perdagangan pekan 18-22 Mei 2026 ke level 6.162,045. Tekanan terbesar datang dari saham-saham kapitalisasi jumbo, terutama emiten grup Prajogo Pangestu, saham tambang, hingga perbankan besar yang menyeret indeks lebih dalam.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pemberat utama IHSG setelah merosot 53,49% dan memangkas indeks sebesar 47,55 poin. Di posisi berikutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 47,34% dan menekan IHSG 43,21 poin.
Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 23,44% dan membebani IHSG sebesar 27,67 poin. Sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 22,84% dengan kontribusi negatif 26,72 poin terhadap indeks.
Tekanan juga datang dari saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 21,62% dan memangkas IHSG sebesar 24,31 poin. Adapun saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 18,18% dan membebani indeks 21,01 poin.
Dari kelompok saham perbankan dan konglomerasi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,28% dan mengurangi IHSG sebesar 18,74 poin. Saham PT Astra International Tbk (ASII) melemah 6,09% dengan dampak negatif 13,96 poin terhadap indeks.
Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga terkoreksi 39,41% dan memangkas IHSG sebesar 13,40 poin. Di indeks LQ45, saham-saham seperti BRPT, AMMN, BBCA, ASII, hingga BBRI tercatat menjadi laggard utama selama sepekan.
Secara sektoral, indeks sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 19,18%, disusul basic materials turun 16,31% dan energi melemah 13,68%. Sementara sektor keuangan turun 4,11%.
Baca Juga: FTSE Russell Tendang DSSA hingga HILL, IHSG Diprediksi Tak Terlalu Terdampak
Baca Juga: Meski Rupiah Melemah dan IHSG Ambles, Purbaya Pastikan Dalam 6 Bulan Orang Susah Berkurang
Di tengah tekanan pasar, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp807,68 miliar pada pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar BEI juga turun 10,07% menjadi Rp10.635 triliun dari sebelumnya Rp11.825 triliun.
BEI mencatat total nilai transaksi saham selama sepekan mencapai Rp108,85 triliun dengan volume perdagangan 183,34 miliar saham. Namun, frekuensi transaksi turun 6,5% dibanding pekan sebelumnya menjadi 11,83 juta kali transaksi.
Di kawasan ASEAN, pelemahan IHSG menjadi yang terdalam dibanding bursa utama lainnya. Indeks STI Singapura justru naik 1,58%, SET Thailand menguat 1,37%, sedangkan IHSG turun 8,35% dalam periode yang sama.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: