Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Lautan bobotoh memadati kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, saat pawai perayaan juara Persib Bandung berlangsung pada Minggu (24/5/2026). Kepadatan massa yang tidak terkendali membuat iring-iringan pemain dan ofisial Persib akhirnya lumpuh total di tengah jalan.
Ribuan bahkan jutaan bobotoh disebut memenuhi sepanjang rute konvoi sejak siang hingga sore hari. Situasi itu membuat kendaraan rombongan Persib tidak lagi mampu bergerak menuju titik akhir di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang dekat Alun-alun Bandung.
Akibat kondisi tersebut, para pemain, pelatih, official, hingga manajemen Persib terpaksa turun dari kendaraan. Mereka akhirnya berjalan kaki menembus lautan suporter demi mencapai lokasi akhir perayaan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan situasi konvoi yang mulai tidak kondusif karena kepadatan massa. Menurutnya, kendaraan rombongan benar-benar tidak bisa lagi menembus kerumunan bobotoh di kawasan Asia Afrika.
“Ketika pemain akan dibawa ke pendopo untuk istirahat dan titik terakhir, ya tersendat ya, karena nggak ada kendaraan yang bisa tembus, jadi terpaksa jalan kaki,” kata Farhan.
Di tengah situasi yang semakin padat itu, insiden juga menimpa gelandang Persib asal Irak, Frans Putros. Pemain asing Maung Bandung tersebut kehilangan telepon genggamnya saat berjalan kaki di tengah kerumunan suporter.
Peristiwa itu terjadi ketika ponsel Putros terlepas dari genggamannya dan jatuh di antara ribuan bobotoh yang berdesakan. Upaya pencarian sempat dilakukan beberapa menit, namun ponsel tersebut akhirnya tidak ditemukan.
Momen kehilangan handphone Frans Putros juga terekam dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, situasi kerumunan bobotoh terlihat sangat padat hingga para pemain sulit bergerak bebas.
“Putros kehilangan handphone, itu insiden yang saya tahu,” ujar Farhan.
Situasi konvoi yang terlalu penuh juga memicu sejumlah gangguan lain selama perayaan berlangsung. Sebelumnya dilaporkan ada anak-anak dan perempuan yang pingsan akibat berdesakan di tengah euforia bobotoh.
Meski begitu, Pemkot Bandung memastikan seluruh pemain, official, pelatih, dan manajemen Persib akhirnya berhasil dievakuasi dengan aman. Mereka disebut telah kembali ke rumah masing-masing setelah rangkaian perayaan selesai.
Farhan berharap hujan yang mengguyur Kota Bandung pada sore hingga malam hari bisa membantu meredakan kerumunan massa. Pemerintah kota ingin euforia juara Persib segera berakhir agar situasi keamanan kembali normal.
Baca Juga: Persib Resmi Jadi Raja Baru Liga Indonesia, Lewati Rekor Persipura
Pemkot Bandung juga menegaskan tidak akan mengizinkan adanya perayaan lanjutan hingga larut malam. Apalagi pada Senin pagi Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Bandung.
“Mudah-mudahan hujan ini membuat tenang. Kita harapkan malam ini menjadi malam terakhir perayaan,” kata Farhan.
Euforia Persib Bandung yang sukses mencetak hattrick juara Super League memang membuat Kota Bandung berubah total menjadi lautan biru. Namun besarnya antusiasme bobotoh juga memunculkan tantangan serius terkait keamanan dan keselamatan selama konvoi berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: