Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investigasi Blackout Sumatera, Polri Temukan Kabel Putus Berserabut

        Investigasi Blackout Sumatera, Polri Temukan Kabel Putus Berserabut Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengungkap pola kerusakan fisik kabel transmisi menjadi salah satu indikator penting dalam investigasi awal gangguan sistem kelistrikan blackout di Sumatera. Dari hasil pemeriksaan sementara, karakteristik kabel yang putus dinilai tidak mengarah pada dugaan sabotase.

        Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menjelaskan bahwa hasil identifikasi di lapangan menunjukkan kabel transmisi mengalami putus dengan bentuk serabut dan tidak memperlihatkan pola potongan yang presisi.

        “Kenapa kami bisa pastikan bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut seperti yang ada di depan kita rekan-rekan. Jadi kalau itu sabotase pasti dia potongannya lebih rapi,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Gedung Awaloedin Djamin Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

        Temuan tersebut menjadi salah satu dasar awal penyidik menyimpulkan bahwa gangguan sistem kelistrikan Sumatera lebih kuat mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem dibanding unsur kesengajaan.

        Secara teknis, pola kerusakan kabel akibat tekanan mekanis, tarikan berlebih, atau pengaruh cuaca umumnya menghasilkan bentuk putus yang tidak beraturan. Kondisi itu berbeda dengan kerusakan akibat alat potong atau tindakan manusia yang biasanya meninggalkan bekas potongan lebih bersih dan simetris.

        Polri menyebut dugaan tersebut masih terus didalami melalui pemeriksaan laboratorium forensik terhadap potongan kabel transmisi yang telah diamankan dari lokasi kejadian di Desa Tempino, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

        “Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” kata Nunung.

        Baca Juga: Polri Pastikan Tidak Ada Indikasi Sabotase dalam Blackout Sumatera

        Baca Juga: Polri Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Melainkan Kabel Sutet Jambi Putus

        Sebelumnya, tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, dan Puslabfor Bareskrim Polri bersama Ditreskrimsus Polda Jambi dan PT PLN (Persero) melakukan investigasi lapangan di lokasi tower transmisi yang diduga menjadi titik awal gangguan sistem kelistrikan Sumatera.

        Gangguan pada jalur transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB dan memicu blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: