Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polri Selidiki Dugaan Suara Ledakan Sebelum Gangguan Listrik Sumatera

Polri Selidiki Dugaan Suara Ledakan Sebelum Gangguan Listrik Sumatera Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polri masih mendalami dugaan faktor alam dan cuaca ekstrem sebagai pemicu utama gangguan sistem kelistrikan (blackout) di Sumatera yang terjadi pada Jumat (22/5/2026). Meski indikasi awal mengarah pada faktor teknis akibat kondisi cuaca, kepastian penyebab tetap menunggu hasil uji laboratorium Puslabfor Bareskrim Polri.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan secara komprehensif dengan menggabungkan temuan lapangan, pemeriksaan teknis, serta analisis forensik terhadap material kabel yang diamankan dari lokasi kejadian di Desa Tempino, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Nunung menyebut faktor cuaca ekstrem menjadi salah satu dugaan terkuat dalam peristiwa tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kesimpulan akhir belum dapat diambil sebelum hasil pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan.

“Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi yang kita temukan di masyarakat sekitar lokasi kejadian dan menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi,” ujar Nunung.

Adapun saksi-saksi yang telah dimintai keterangan tersebut antara lain Syapridal selaku Ketua RT setempat, serta dua orang warga yakni Narto Wijoyo dan Eka Dedi Setiawan. Ketiganya merupakan warga yang tinggal di permukiman yang tidak jauh dari lokasi tower transmisi yang mengalami gangguan.

Ia menambahkan, pada saat kejadian, kondisi sistem kelistrikan Sumatera sebenarnya berada dalam keadaan normal dan terintegrasi. Namun, gangguan pada jalur transmisi utama menyebabkan ketidakstabilan sistem secara menyeluruh.

“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.44 WIB telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi,” katanya.

Menurut dia, gangguan pada jalur tersebut kemudian memicu ketidakseimbangan daya yang berujung pada gangguan berantai di sejumlah wilayah Sumatera.

“Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan,” lanjut Nunung.

Baca Juga: Investigasi Blackout Sumatera, Polri Temukan Kabel Putus Berserabut

Baca Juga: Polri Pastikan Tidak Ada Indikasi Sabotase dalam Blackout Sumatera

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses investigasi dilakukan secara ilmiah dengan melibatkan Puslabfor untuk memastikan penyebab pasti kerusakan kabel transmisi.

“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” tegasnya.

Saat ini, potongan kabel transmisi yang putus telah diamankan dan tengah dianalisis lebih lanjut di laboratorium forensik Polri guna memastikan apakah kerusakan dipicu faktor cuaca ekstrem, mekanis, atau kombinasi keduanya. Polri menegaskan hasil akhir investigasi akan diumumkan setelah seluruh proses uji teknis selesai dilakukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra