Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN Perkuat Pengawasan Jalur Transmisi Usai Blackout Sumatera

        PLN Perkuat Pengawasan Jalur Transmisi Usai Blackout Sumatera Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Transmisi PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menegaskan perusahaan telah menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi berlapis untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan pasca gangguan (blackout) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026).

        Hal tersebut disampaikan Edwin dalam paparan kronologi gangguan sistem kelistrikan Sumatera pada konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).

        Edwin menjelaskan, salah satu fokus utama PLN saat ini adalah memperkuat inspeksi infrastruktur transmisi secara lebih intensif, khususnya pada titik-titik yang memiliki beban aliran daya tinggi dan berada di jalur interkoneksi utama Sumatera.

        Menurut dia, PLN juga mengoptimalkan penggunaan teknologi infrared scanning untuk mendeteksi potensi gangguan pada sambungan kabel sejak dini. Teknologi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kenaikan suhu abnormal yang dapat menjadi indikasi awal kerusakan.

        “Ketika kami mengetahui ada kenaikan suhu yang tidak normal, misalnya sekitar 10 hingga 15 derajat di atas kondisi normal, maka titik tersebut langsung menjadi prioritas untuk dilakukan pemeliharaan,” ujar Edwin.

        Ia menambahkan, pendekatan inspeksi berbasis data tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem pemeliharaan jaringan transmisi PLN agar lebih preventif dan tidak hanya bersifat reaktif setelah gangguan terjadi.

        Baca Juga: PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatera

        Baca Juga: PLN Akui Gangguan Listrik di Sumatera Cukup Luas, Dirut Minta Maaf

        Selain itu, PLN juga memperkuat koordinasi operasional di seluruh subsistem kelistrikan Sumatera untuk memastikan skema defense system dapat bekerja lebih cepat dalam merespons gangguan, termasuk dalam kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi stabilitas jaringan.

        Edwin menegaskan, langkah mitigasi ini menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik nasional, khususnya di sistem Sumatera yang memiliki karakteristik interkoneksi panjang dan beban aliran daya yang tinggi antarwilayah.

        “Seluruh langkah ini kami lakukan untuk memastikan keandalan sistem tetap terjaga, sekaligus meminimalkan risiko gangguan serupa di masa mendatang,” kata Edwin.

        Sebelumnya, gangguan pada jalur transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai pada Jumat (22/5/2026) sempat menyebabkan ketidakstabilan sistem kelistrikan Sumatera dan berujung pada pemadaman di sejumlah wilayah. Sistem kini telah kembali normal dan beroperasi stabil.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: