Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Tak Habis Pikir Rupiah Bisa Tembus Rp17.800: Nggak Masuk Akal Sebenarnya!

        Purbaya Tak Habis Pikir Rupiah Bisa Tembus Rp17.800: Nggak Masuk Akal Sebenarnya! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah yang terpuruk hingga menyentuh kisaran Rp17.800 per dolar AS membuat pemerintah ikut angkat bicara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengaku heran karena pelemahan tajam mata uang Garuda terjadi saat kondisi ekonomi nasional dinilai masih sangat baik.

        Purbaya menegaskan, anjloknya rupiah kali ini berbeda dengan situasi krisis pada umumnya yang biasanya dipicu masalah fundamental ekonomi.

        "Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental," kata Purbaya di Jakarta, dikutip Kamis (28/5).

        Menurutnya, sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih relatif stabil. Karena itu, pemerintah belum melihat adanya alasan kuat yang seharusnya membuat rupiah tertekan sedalam sekarang.

        Tak hanya itu, Purbaya juga menyoroti kondisi pasar obligasi pemerintah yang disebut masih cukup terkendali di tengah gejolak kurs dolar AS. Stabilitas pasar surat utang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor asing terhadap Indonesia.

        Baca Juga: Rupiah Jadi Mata Uang Paling Boncos di ASEAN, Ekonom Bongkar Penyebabnya

        “Selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi bond kita akan terjaga juga,” terangnya.

        Menariknya, pemerintah kini juga mulai melihat adanya aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Kondisi tersebut membuat pemerintah belum merasa perlu mengambil langkah ekstrem meski rupiah sedang melemah tajam.

        Purbaya pun memastikan pemerintah masih percaya diri menghadapi tekanan kurs karena ketahanan APBN sebelumnya sudah dihitung dalam berbagai simulasi, termasuk saat harga minyak dunia melonjak tinggi.

        Ia mengatakan pemerintah bahkan tidak berencana melakukan stress test ulang terhadap APBN meski rupiah masih terus tertekan.

        Baca Juga: Meski Banyak Diprotes, Purbaya Tetap Andalkan Cortaxe untuk Kejar Pendapatan Negara Tahun Ini

        "Kami sudah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan. Jadi nggak ada masalah, saya nggak harus hitung ulang APBN-nya," ungkapnya.

        Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah masih optimistis kondisi fiskal Indonesia tetap aman meski pasar keuangan tengah diterpa tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah makin menjadi sorotan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: