- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Paiton Energy Jadi IPP Terbesar yang Dibayar PLN, Nilainya Tembus Rp16,84 Triliun pada 2025
Kredit Foto: PLN
PT Paiton Energy kembali menjadi pengembang swasta atau Independent Power Producer (IPP) dengan nilai realisasi beban pembelian tenaga listrik tertinggi bagi PT PLN (Persero) sepanjang tahun buku 2025. Perseroan tercatat membukukan beban sebesar Rp16,84 triliun untuk pembelian listrik dari Paiton.
Berdasarkan rincian Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) PLN tahun 2025 (Audited), realisasi ini mencakup pembelian listrik dari kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp15,39 triliun.
Pada periode tahun buku 2024, PLN mencatatkan realisasi pembayaran belanja setrum kepada PT Paiton Energy sebesar Rp25,88 triliun. Dengan demikian, nilai pengeluaran PLN untuk membeli pasokan listrik dari Paiton Energy tumbuh sebesar 9,5% secara tahunan.
Puncaki Klasemen
Realisasi Rp16,84 triliun tersebut menempatkan PT Paiton Energy di posisi puncak dalam rincian beban pembelian tenaga listrik PLN dari pihak ketiga. Posisi Paiton berada di atas PT Bhumi Jati Power di urutan kedua dengan nilai Rp15,04 triliun, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) di urutan ketiga sebesar Rp11,31 triliun.
Secara akumulatif, total beban PLN untuk membeli listrik dari seluruh mitra IPP mencapai Rp195,21 triliun pada 2025. Jumlah tersebut meningkat sekitar 9,28% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp178,63 triliun.
Baca Juga: PLN Habiskan Rp198 Triliun untuk Bahan Bakar, Gas dan Batu Bara Dominan
Baca Juga: Utang Bank Jangka Pendek PLN Melonjak 167% di 2025
Secara proporsi, beban pembelian dari PT Paiton Energy berkontribusi sebesar 8,6% dari total keseluruhan beban pembelian tenaga listrik swasta PLN sepanjang tahun 2025.
Profil Paiton Energy
PT Paiton Energy merupakan salah satu pionir sekaligus salah satu produsen listrik swasta (IPP) terbesar di Indonesia yang mulai beroperasi komersial sejak tahun 1999. Perusahaan ini memiliki dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 3, 7, dan 8 yang berlokasi di kompleks pembangkit Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.
Dengan total kapasitas terpasang mencapai 2.045 Megawatt (MW), kompleks pembangkit milik Paiton Energy mengalirkan pasokan listrik ke jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) melalui kontrak jangka panjang Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN.
Dari sisi kepemilikan saham, struktur korporasi Paiton Energy dikuasai oleh konsorsium internasional dan domestik. Mayoritas kepemilikan sahamnya dipegang oleh RATCH Group (perusahaan energi asal Thailand) dan Nebras Power (perusahaan investasi energi asal Qatar), serta bermitra dengan PT Medco Daya Abadi Lestari sebagai perwakilan pemegang saham lokal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: