Kredit Foto: PLN
PT PLN (Persero) masih mengandalkan pasokan energi fosil dalam jumlah besar untuk menopang operasional pembangkit listrik nasional sepanjang 2025.
Hal itu tercermin dari laporan keuangan konsolidasian perseroan yang menunjukkan beban bahan bakar dan pelumas mencapai Rp198,61 triliun pada 2025, naik dibandingkan Rp179,29 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari total beban tersebut, batubara menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp79,48 triliun. Sementara beban gas alam mencapai Rp60,10 triliun dan High Speed Diesel (HSD) serta biosolar sebesar Rp50,01 triliun.
PLN juga mencatat beban energi lainnya yang berasal dari panas bumi sebesar Rp4,54 triliun, Marine Fuel Oil (MFO) Rp1,79 triliun, biomassa Rp1,37 triliun, tenaga air Rp618 miliar, serta minyak pelumas Rp383,9 miliar.
Jika digabungkan, porsi batubara dan gas alam mencapai sekitar Rp139,58 triliun atau lebih dari 70% total beban bahan bakar dan pelumas PLN pada 2025.
Dalam catatan atas laporan keuangan terkait perjanjian pengadaan bahan bakar gas, PLN tercatat memiliki kontrak pasokan gas dan LNG dengan sejumlah perusahaan energi nasional maupun internasional.
Baca Juga: PLN Rogoh Kocek Rp195,2 Triliun untuk Beli Listrik Swasta, Berikut 10 IPP Terbesar
Baca Juga: Paiton Energy Jadi IPP Terbesar yang Dibayar PLN, Nilainya Tembus Rp28,3 Triliun pada 2025
Beberapa perusahaan yang tercantum dalam kontrak tersebut antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), BP Berau Ltd, Pertamina, Nusantara Regas, Medco E&P, Kangean Energy Indonesia, dan ENI East Sepinggan.
Sejumlah kontrak pengadaan gas dan LNG tersebut memiliki jangka waktu panjang. Dalam laporan keuangan disebutkan kontrak LNG dengan BP Berau berlaku hingga 2035, sementara beberapa kontrak lainnya berlangsung hingga 2030.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: