Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Serikat Jadi Alasan Cepat Ludesnya Tiket Piala Dunia FIFA 2026, Begini Kata Trump

        Amerika Serikat Jadi Alasan Cepat Ludesnya Tiket Piala Dunia FIFA 2026, Begini Kata Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim tingginya penjualan tiket FIFA World Cup 2026 atau Piala Dunia 2026 tidak lepas dari status Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama turnamen.

        Trump menyebut belum pernah ada penjualan tiket Piala Dunia secepat edisi 2026.

        Baca Juga: FIFA Kaget, Amerika Serikat Ogah Terima Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026

        “Mereka belum pernah memiliki sesuatu yang terjual secepat ini. Itu luar biasa karena ini Amerika Serikat,” kata Trump.

        Pernyataan tersebut memperlihatkan Trump berusaha menempatkan Amerika Serikat sebagai magnet utama industri olahraga global.

        Ia menilai daya tarik Amerika menjadi alasan utama tingginya minat publik terhadap turnamen empat tahunan itu.

        Pernyataan Trump muncul setelah FIFA mengumumkan lebih dari lima juta tiket telah terjual hingga 20 April 2026. Angka tersebut memicu optimisme bahwa Piala Dunia 2026 berpotensi memecahkan berbagai rekor komersial, mulai dari penjualan tiket hingga pendapatan sponsor.

        Amerika Serikat memang diperkirakan menjadi pusat keramaian turnamen karena sebagian besar laga penting akan dimainkan di stadion-stadion besar negara tersebut.

        Selain faktor olahraga, Piala Dunia 2026 juga dipandang sebagai momentum kebangkitan industri hiburan dan pariwisata Amerika setelah berbagai ketegangan ekonomi global.

        Meski demikian, tingginya harga tiket masih menjadi sorotan dari berbagai negara anggota dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), termasuk Amerika Serikat.

        Baca Juga: Perang Iran Belum Usai, Amerika Malah Ancam Hancurkan Oman Demi Selat Hormuz

        Beberapa anggota parlemen AS mengkritik FIFA karena harga yang dianggap terlalu mahal bagi sebagian masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: