Ada Soal Kualitas MBG, Ini Sederet Bentuk Kerja Sama Baru yang Dibawa Prabowo dari Prancis
Kredit Foto: BPMI
Setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Prancis, Presiden Prabowo Subianto tiba ke Indonesia pada Sabtu (30/5/2026) di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Presiden Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Letnan Jenderal Tandyo Budi Revita.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis diketahui menghasilkan empat kesepakatan komersial senilai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp61,25 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut kesepakatan dicapai dalam “France-Indonesia High Level Business Council” pada 28 Mei 2026 yang mempertemukan 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri.
Mengutip laman resmi kepresidenan Prancis, Elysee, kerja sama Indonesia-Prancis yang disepakati tanggal 28 Mei 2026 meliputi:
1. Bidang Pendidikan
- Pelatihan Guru: Kerja sama antara lembaga pelatihan guru Prancis (INSPE) dengan mitra di Indonesia, termasuk pendidikan anak usia dini.
- Pendidikan Vokasi & Perhotelan: Memperluas program pelatihan dan magang di hotel/restoran Prancis bagi pemuda Indonesia. Program baru untuk pelatih katering guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia akan dimulai pada paruh kedua 2026.
- Multibahasa: Mendorong pengajaran bahasa Prancis di Indonesia dan bahasa Indonesia (BIPA) di Prancis, termasuk pelatihan bagi guru bahasa dan pegawai negeri.
2. Bidang Penelitian & Ilmiah
- Lembaga Riset: Memperkuat peran lembaga Prancis yang sudah lama aktif di Indonesia: CNRS, IRD, CIRAD, dan EFEO (Sekolah Prancis di Timur Jauh).
- Kesepakatan Baru: Penandatanganan Letter of Intent antara BRIN (Indonesia) dan CNRS (Prancis) pada 28 Mei 2025, serta pendirian Sekolah Sains dan Laboratorium Internasional bersama.
Prioritas Riset Bersama:
- Kesehatan: Tindak lanjut One Health Summit (Lyon, April 2026) untuk atasi resistensi antimikroba, penyakit zoonosis, dan dukungan pembentukan komite One Health nasional Indonesia. Ada juga deklarasi kerja sama rumah sakit, termasuk pelatihan dokter dan magang di fasilitas kesehatan Prancis.
- Energi: Riset energi non-fosil, revitalisasi kerja sama energi nuklir sipil (lewat konsorsium FICEM), dan transisi energi.
- Maritim: Ekspedisi ilmiah bersama, dialog maritim bilateral, dan integrasi isu maritim ke pendidikan.
- Lainnya: Deteksi dini tsunami, agroforestri berkelanjutan, pengelolaan hutan, arkeologi, sastra, dan sejarah.
3. Bidang Mobilitas & Beasiswa
- Program Beasiswa: Melanjutkan dan memperkuat beasiswa France-LPDP untuk jenjang Magister dan Doktoral.
- Gelar Ganda (Double Degree): Mendorong perjanjian gelar ganda antara perguruan tinggi Prancis dan Indonesia, khususnya dengan PTN-BH.
- Program Garuda: Meningkatkan mobilitas mahasiswa sarjana, termasuk pelatihan bahasa Prancis.
- Sertifikasi Bahasa: Saling mengakui sertifikat DELF/DALF (Prancis) dan BIPA (Indonesia) sebagai syarat kecakapan bahasa untuk beasiswa nasional.
Baca Juga: Gantikan Luhut, Ini Kerjaan AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
4. Implementasi & Tindak Lanjut
Pertemuan Kerja Bersama (Joint Working Group) ke-14 akan diadakan di Angers, Prancis, pada 1-3 Juli 2026 untuk menyusun peta jalan operasional dari deklarasi ini.
Dibentuk mekanisme koordinasi bersama, penunjukan titik fokus, serta evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan kerja sama.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: