'Kacamata Aneh' Tak Laku! Meta Ikut 'Serius' Kembangkan AI Setelah Rugi dari AR dan VR
Kredit Foto: Unsplash/JESHOOTS.COM
Meta kembali mencatat kerugian miliaran dolar AS dari unit Reality Labs, divisi yang mengembangkan teknologi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), serta perangkat lunak pendukungnya.
Menurut Tech Crunch, dalam laporan keuangan triwulan terbaru Reality Labs tercatat kerugian sebesar 4 miliar dolar AS. Tak hanya tahun ini, unit tersebut telah menjadi sumber kerugian besar bagi Meta selama beberapa tahun terakhir.
Sejak 2021, total kerugian Reality Labs telah mencapai 83,5 miliar dolar AS dalam 21 laporan keuangan triwulanan. Dengan demikian, rata-rata kerugian yang ditanggung unit tersebut adalah sekitar 4 miliar dolar AS setiap kuartal.
Meski bisnis AR dan VR masih menguras dana dalam jumlah besar, kondisi keuangan Meta secara keseluruhan tetap kuat. Pada kuartal pertama tahun ini, perusahaan membukukan laba bersih sebesar 26,8 miliar dolar AS, naik 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 33 persen secara tahunan menjadi 56,3 miliar dolar AS.
Kinerja tersebut memberi ruang bagi Meta untuk meningkatkan investasi pada AI yang kini jadi persaingan industri teknologi. Meta memberi tanda untuk bersaing dengan pemain AI lain seperti OpenAI dan Anthropic.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Meta menaikkan proyeksi belanja modal tahun 2026 menjadi 125 miliar hingga 145 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya. CEO Mark Zuckerberg mengatakan peningkatan anggaran itu terutama dipicu oleh naiknya biaya komponen infrastruktur, khususnya memori yang dibutuhkan untuk pengembangan AI.
Selain membangun infrastruktur, Meta juga memperbesar investasi pada sumber daya manusia. Tahun lalu, perusahaan merekrut lebih dari 50 peneliti dan insinyur AI dari berbagai perusahaan pesaing guna memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Baca Juga: Meta Bergerak, TikTok dan YouTube Dinilai Masih Lemah Lindungi Anak
Langkah tersebut turut mendukung peluncuran model AI terbaru Meta, Muse Spark, yang dirilis pada awal bulan ini. Menurut Zuckerberg, penggunaan Meta AI meningkat signifikan setelah peluncuran model tersebut, meski biaya pengembangan dan operasional AI juga terus bertambah.
Sementara itu, Chief Financial Officer Susan Li mengatakan perusahaan belum menetapkan proyeksi belanja modal untuk 2027 karena perencanaan kapasitas komputasi masih berlangsung secara dinamis. Meta juga terus mengevaluasi kebutuhan infrastrukturnya karena kebutuhan komputasi untuk AI terus meningkat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: