Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meta Bergerak, TikTok dan YouTube Dinilai Masih Lemah Lindungi Anak

Meta Bergerak, TikTok dan YouTube Dinilai Masih Lemah Lindungi Anak Kredit Foto: Freepik.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejalan dengan regulasi di Indonesia, regulator komunikasi Inggris juga menekan Facebook, Instagram, Roblox, Snap, TikTok, dan YouTube dengan mengirim surat elektronik pada Maret 2026 dalam upaya memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Berdasarkan Undang-Undang Keamanan Daring, regulator tersebut menuntut penyedia platform menerapkan langkah konkret untuk melindungi anak-anak dari tindakan pelecehan dan eksploitasi seksual di ruang digital.

Dalam pembaruan terbaru, regulator komunikasi Inggris melaporkan bahwa Meta, Snap, dan Roblox telah menyampaikan komitmen untuk memperkuat upaya pelindungan anak di ruang digital.

Merespons hal tersebut, Meta selaku perusahaan induk Facebook dan Instagram menyatakan akan menghadirkan pengaturan baru yang secara otomatis menyembunyikan daftar pengikut dan akun yang diikuti remaja di Instagram.

Selain itu, Meta juga akan menghadirkan alat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu mendeteksi percakapan bernuansa seksual antara orang dewasa dan remaja melalui pesan langsung (direct message/DM) Instagram.

Meta juga berkomitmen melaporkan akun yang terbukti melanggar aturan kepada lembaga perlindungan anak National Center for Missing & Exploited Children.

Kemudian, Meta akan memperkuat pengendalian konten sensitif di Facebook dan Instagram agar konten yang ditampilkan kepada pengguna remaja sesuai dengan usia mereka.

Tak hanya Meta, Roblox juga menyatakan kepatuhannya dengan memberikan akses pembatasan kepada orang tua. Melalui fitur tersebut, orang tua dapat menonaktifkan fitur percakapan sepenuhnya bagi pengguna anak di bawah usia 16 tahun.

Baca Juga: Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Pertama Yang Menerapkan Roblox Kids dan Roblox Select

Baca Juga: Anak-anak Pakai Kode Morse di Roblox, Pembatasan Fitur Chat Perlu Dilakukan

Di sisi lain, Kantor Komunikasi Inggris Raya menilai TikTok dan YouTube belum menunjukkan komitmen yang cukup kuat untuk melakukan perubahan besar dalam perlindungan anak di platform mereka.

Kedua perusahaan disebut masih menganggap sistem keamanan yang diterapkan saat ini telah memadai bagi pengguna anak-anak.

YouTube menyatakan pihaknya telah bekerja sama dengan para ahli keselamatan anak guna menghadirkan pengalaman penggunaan yang sesuai dengan usia pengguna.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri