Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Viral, Guru Besar Manajemen UI sebut Rakyat Lagi Pusing karena Impitan Ekonomi, Cari Hiburan yang Ringan
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan viralnya lagu-lagu sederhana dengan lirik yang terdengar nyeleneh atau "nggak nyambung".
Salah satu contoh paling hangat adalah fenomena lagu "Mas Bahlil Ganteng" yang terus berseliweran dan terngiang-ngiang di telinga netizen.
Mengapa lagu dengan narasi seabsurd itu justru sangat mudah meledak di internet? Guru Besar Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, akhirnya membedah fenomena unik ini dari sudut pandang psikologi masyarakat modern dan budaya digital.
Menurut Rhenald, jawaban utamanya terletak pada cara kerja otak manusia yang telah beradaptasi di era kecerdasan buatan (AI), algoritma, dan budaya internet yang serbacepat.
"Otak manusia secara alami sangat menyukai sesuatu yang mudah diproses, gampang diingat, namun tetap menyisakan ruang rasa penasaran," kata analisa Rhenald.
Dalam lanskap digital saat ini, kalimat yang sengaja dibuat belum selesai, alur cerita yang tidak biasa atau absurd, hingga penyebutan tokoh yang memang sedang ramai diperbincangkan justru memiliki daya pikat yang jauh lebih kuat.
Hal-hal tersebut mengalahkan pesan-pesan konvensional yang terlalu rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi untuk dicerna.
Lebih lanjut, Rhenald melihat ada faktor kondisi psikologis masyarakat yang ikut mendorong masifnya fenomena ini.
Di tengah impitan kondisi ekonomi saat ini, kelelahan menghadapi dinamika politik, serta kejenuhan akibat banjir informasi di media sosial, masyarakat secara tidak sadar sedang melakukan kompensasi psikologis.
Masyarakat kini cenderung berburu konten-konten ringan dan menghibur untuk sekadar melepaskan penat. Dari titik jenuh itulah, tren yang remeh dan viral bisa lahir sekaligus menyebar dengan kecepatan yang luar biasa.
"Karena saat ini orang sedang tertekan secara ekonomi, lelah secara politik, jenuh terhadap informasi. Lalu kemudian orang mencari sesuatu yang santai dan relax, dalam situasi itulah dan Bahlil menjadi tokoh terkenal hari ini," ujar Rhenald Kasali menjelaskan situasi sosial yang terjadi.
Pada akhirnya, Rhenald mengingatkan bahwa fenomena viralnya lagu seperti "Mas Bahlil Ganteng" ini bukan sekadar urusan hiburan musiman atau lagu jenaka belaka.
Ini adalah potret nyata tentang bagaimana pergeseran budaya digital baru sedang bekerja secara masif dalam membentuk cara manusia modern berpikir, mengingat informasi, hingga cara berbicara sehari-hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: