Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Respons Menohok Kubu Sarwendah Soal Ruben Onsu Dipersulit Temui Anak

        Respons Menohok Kubu Sarwendah Soal Ruben Onsu Dipersulit Temui Anak Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca perceraian kembali memanas. Setelah pihak Ruben mengaku menghentikan nafkah sebagai bentuk protes karena merasa dipersulit bertemu anak-anaknya, kini kubu Sarwendah memberikan bantahan tegas dan menantang agar tudingan tersebut dibuktikan.

        Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa selama ini kliennya tidak pernah menghalangi Ruben Onsu untuk bertemu dengan buah hatinya. Bahkan, menurut mereka, akses untuk bertemu anak selalu terbuka selama tidak berbenturan dengan aktivitas dan jadwal yang telah ditetapkan.

        "Bukti mempersulitnya yang mana? Karena klien kami dengan tegas menyatakan kepada kami bahwa tidak pernah menutup satu hari pun untuk bisa dibawa anak ini oleh bapaknya," kata Chris dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (31/5)

        Chris menjelaskan, seluruh aturan terkait komunikasi dan pertemuan dengan anak sebenarnya sudah tertuang dalam akta perjanjian yang dibuat di hadapan notaris setelah perceraian. Dalam kesepakatan tersebut, Ruben disebut memiliki hak untuk bertemu anak-anak selama dua hingga tiga hari setiap pekan.

        Menurutnya, Sarwendah tidak pernah melarang mantan suaminya untuk datang menemui anak-anak, selama tidak mengganggu kegiatan mereka seperti sekolah atau les.

        Baca Juga: Dituduh Lalai Nafkahi Anak, Ruben Onsu Meledak: Kalau Tak Sanggup, Serahkan ke Saya!

        "Jadi saya tegaskan sekali lagi, tidak ada yang dipersulit sama sekali ya. Kalaupun ada coba tunjukkan buktinya seperti apa," ujar Chris.

        Ia melanjutkan, "Karena klien kami sudah tegas ke kami menyatakan, 'Kami tidak mempersulit satu hari pun dia mau datang silakan, mau lihat silakan, mau ketemu silakan, tetapi tidak boleh berbenturan dengan jadwal yang sudah ada'."

        Senada dengan Chris, kuasa hukum Sarwendah lainnya, Abraham Simon, menyebut kliennya selama ini menjalankan seluruh poin yang telah disepakati dalam akta perjanjian, termasuk soal hak Ruben untuk bertemu anak-anaknya.

        Menurut Abraham, hubungan antara ayah dan anak seharusnya tidak perlu menjadi persoalan yang rumit apabila komunikasi berjalan dengan baik.

        "Karena klien kami berpikir bahwa, ini kan hubungan ayah dan anak, hubungan ibu dan anak, kenapa harus diatur harinya? Ini hanya masalah komunikasi saja kok. Mau bertemu silakan datang. Silakan hubungi anak-anaknya," terang Abraham Simon.

        Bahkan, ia mengklaim tidak pernah ada upaya langsung dari Ruben untuk meminta bertemu anak-anaknya melalui Sarwendah.

        "Tetapi bapaknya pernah datang nggak ke rumah untuk mau minta (ketemu) atau WA kepada (Sarwendah)? Nggak pernah ada," pungkasnya.

        Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas pengakuan kubu Ruben Onsu sebelumnya. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan kliennya sengaja menghentikan pemberian nafkah selama enam bulan terakhir karena merasa haknya sebagai ayah tidak terpenuhi.

        Minola menyebut Ruben selama ini selalu menjalankan kewajiban finansial, bahkan melebihi apa yang telah disepakati. Namun, menurutnya, Ruben merasa hubungan dengan anak-anak tidak berjalan sebagaimana mestinya.

        "Ruben berpikir, 'Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, hakku aku nggak dapat.' Oh dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya, 'Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku'," kata Minola Sebayang.

        Baca Juga: Dituduh Lalai Nafkahi Anak, Ruben Onsu Meledak: Kalau Tak Sanggup, Serahkan ke Saya!

        Ia mengungkapkan penghentian nafkah tersebut mulai dilakukan sejak Desember 2025. Menurut Minola, kritik yang muncul saat ini dinilai hanya berfokus pada enam bulan terakhir dan mengabaikan kontribusi Ruben selama bertahun-tahun.

        "Itu baru dilaksanakan, dimulai dari Desember. Ya, sampai hari ini baru 6 bulan udah teriak," tuturnya.

        Perselisihan antara kedua pihak kini semakin menjadi perhatian publik, terutama terkait persoalan nafkah anak dan hak pertemuan setelah perceraian. Hingga saat ini, masing-masing kubu masih mempertahankan versi mereka sendiri terkait akar persoalan yang terjadi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: