Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BPS Catat Penurunan Produksi Padi dan Beras Sepanjang Januari–Juli 2026

        BPS Catat Penurunan Produksi Padi dan Beras Sepanjang Januari–Juli 2026 Kredit Foto: Antara/Basri Marzuki
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi nasional sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 38,11 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut turun 0,13 juta ton GKG atau 0,34% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

        Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan penurunan produksi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya produksi pada April 2026 serta berkurangnya potensi produksi selama Mei hingga Juli 2026.

        “Dengan demikian, produksi padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 38,11 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 0,13 juta ton GKG atau 0,34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,” kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026). 

        BPS mencatat produksi padi pada April 2026 sebesar 7,63 juta ton GKG. Angka tersebut turun 16,03% dibandingkan April tahun sebelumnya yang mencapai 9,09 juta ton GKG.

        Selain itu, potensi produksi padi pada periode Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 13,75 juta ton GKG. Jumlah tersebut lebih rendah 0,16 juta ton GKG atau turun 1,14% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

        Penurunan produksi padi juga tercermin pada produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. Pada April 2026, produksi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton, turun 16,00% dibandingkan April 2025 yang mencapai 5,23 juta ton.

        Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan RI Capai 3,08% pada Mei 2026

        Baca Juga: Sekam Padi Jadi Energi, PLN EPI Perkuat Cofiring PLTU Indramayu

        Sementara itu, potensi produksi beras selama Mei hingga Juli 2026 diperkirakan sebesar 7,92 juta ton. Angka tersebut turun 0,09 juta ton atau 1,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        “Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 21,95 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,08 juta ton atau 0,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,” pungkasnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: